3 Januari 1946: Ibukota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta
Elshinta
Kamis, 03 Januari 2019 - 04:10 WIB | Penulis : Widodo | Editor : Administrator
3 Januari 1946: Ibukota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta
Soekarno saat menggelar rapat. (Dok: berdikarionline)

Elshinta.com - Presiden Ir. Soekarno memindahkan Ibukota Republik Indonesia, karena alasan keamanan setelah Sekutu mendarat namun diboncengi NICA. 

Tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dibom atom oleh Sekutu, kemudian kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Jepang pun kemudian menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pada tanggal 14 Agustus 1945. 

Salah satu konsekuensinya, Jepang harus menarik semua pasukannya, termasuk pasukan Jepang yang ada di Indonesia. Penarikan pasukan itu diatur oleh SEAC (South East Asia Command) dipimpin oleh Lord Mountbatten.

Pelucutan senjata tentara Jepang di Indonesia dilakukan oleh AFNEI (Allied Forces Netherland East Indies) yang tugasnya meliputi: membebaskan tawanan perang Sekutu yang ditahan Jepang, menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang, mencari dan menuntut penjahat perang.

Kedatangan pasukan AFNEI ternyata diboncengi oleh NICA, mereka ingin merebut lagi wilayah Indonesia. Namun, rakyat tidak tinggal diam. Rakyat melakukan perlawanan, bahkan dari berbagai daerah di Indonesia. 

Pertempuran terjadi di mana-mana. Pertempuran di Surabaya dikenal dengan pertempuran 10 November 1945, Pertempuran Medan Area pada 10 Desember 1945 dan Pertempuran Ambarawa pada 15 Desember 1945, Bandung Lautan Api dan berbagai pertempuran lainnya.

Pendaratan pasukan Sekutu di Jakarta yang diboncengi oleh pasukan kolonial Belanda (NICA=Netherlands Indies Civil Administration), memaksa Presiden Ir. Soekarno memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta karena alasan keamanan. (id.wikipwedia.org)
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertempuran sengit di 19 Juni
Rabu, 19 Juni 2019 - 07:02 WIB
Elshinta.com - Beberapa peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 19 Juni. Dih...
Di sela istirahat kuker, Jokowi temani Ethes
Jumat, 14 Juni 2019 - 14:58 WIB
Elshinta.com - Di sela-sela istirahat untuk makan siang di sebuah rumah makan dalam kunjungan k...
Bantah bela Prabowo, alumni UI gelar aksi di MK
Jumat, 14 Juni 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Alumni Universitas Indonesia melakukan aksi di sekitar gedung Mahkamah Konstitus...
Presiden Jokowi serahkan sertipikat tanah
Jumat, 14 Juni 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Pada kunjungan kerjanya di Propinsi Bali, Jumat (14/6) di Lapangan Taman Bali Ka...
Polisi berjaga di depan gedung MK
Jumat, 14 Juni 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Pengamanan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) diperketat saat sidang sengketa ha...
Arus lalin ke arah gedung MK ditutup  
Jumat, 14 Juni 2019 - 09:36 WIB
Elshinta.com - Saat  sidang perdana gugatan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, di kawasa...
Pengamanan di depan Gedung MK diperketat
Jumat, 14 Juni 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Pengamanan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta semakin diperketat ...
Mayat wanita ditemukan dalam sumur 
Jumat, 14 Juni 2019 - 06:18 WIB
Elshinta.com - Warga Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara digegerkan dengan penem...
Satpol PP Pekalongan dan tim gabungan sita 17 balon udara liar berisi petasan
Rabu, 12 Juni 2019 - 22:10 WIB
Elshinta.com - Untuk meredam dampak negatif penerbangan balon udara liar, Pemerintah Kota Pekal...
Kivlan Zein beri target pembunuhan dan uang operasional
Selasa, 11 Juni 2019 - 19:54 WIB
Elshinta.com - Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, Kivlan Zein ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono