Indonesia optimis kesepakatan iklim dengan Norwegia segera berjalan
Kamis, 03 Januari 2019 - 19:25 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman. Sumber foto: https://bit.ly/2CJGJ0g

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia optimis kesepakatan mengenai upaya penurunan emisi dengan Kerajaan Norwegia bisa segera masuk fase ketiga, yakni tahapan implementasi, di mana negara industri bisa menyalurkan dana ke negara yang belum berkewajiban menurunkan emisi (non-Annex).

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman kepada Antara di Jakarta, Kamis (3/1), mengatakan Indonesia telah menjelaskan kondisi sistem pemantauan, pelaporan dan verifikasi (Monitoring, Reporting, and Verification/MRV) saat ini ke pemerintah Kerajaan Norwegia, dan sedang melakukan perincian dari sisi teknis.

"Harapannya Januari ini selesai. Bu Menteri memang minta akhir Januasi bisa selesai. Mudah-mudahan segera bisa selesai," katanya.

Ia menjelaskan bahwa MRV dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang sebelumnya menjadi ganjalan dalam diskusi antara Indonesia dan Norwegia mengenai kesepakatan penurunan emisi sekarang sudah selesai.

Setelah masalah MRV dan BPDLH selesai maka Norwegia, sesuai dengan Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani pada 2010, dapat menyalurkan dana satu miliar dolar AS. Sebagian dana itu sudah masuk ke BPDLH dalam fase pertama dan kedua, namun menurut Ruandha nilainya belum sampai 20 persen dari seluruh dana.

Ia mengatakan pada 2019 pemerintah akan memfinalisasi perangkat Badan Layanan Umum (BLU) sesuai dengan hasil pertemuan bilateral dua negara di Katowice, Polandia, dan pada 2020 dana untuk pengendalian emisi gas rumah kaca, termasuk dari Norwegia, dapat disalurkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 19 Januari 2019 - 18:52 WIB
Elshinta.com -Masyarakat Desa Tegalan, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memiliki...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 13:12 WIB
Elshinta.com - Kapal tanker Ocean Princess yang karam di perairan laut Kabupaten Alor, mas...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 11:27 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya...
Senin, 14 Januari 2019 - 18:31 WIB
Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dianugerahi Piala Adipura untuk ketiga kal...
Senin, 14 Januari 2019 - 17:41 WIB
Elshinta.com - Prestasi penghargaan kota terbersih kembali diraih Kabupaten Kudus, Jawa Te...
Minggu, 13 Januari 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Kota Surabaya, Jawa Timur, akan menerima tiga penghargaan dari Kementerian ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:26 WIB
Elshinta.com - Dalam memperingati Hari Sejuta Pohon, pengelola Bandara Internasional Soeka...
Selasa, 08 Januari 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggalakkan pengurangan sampah plastik d...
Selasa, 08 Januari 2019 - 13:42 WIB
Elshinta.com - Kepala Distrik Sentani, Budi Yokhu meninjau saluran drainase, yang ada...
Senin, 07 Januari 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai mengantisipasi terj...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)