Kiri Kanan
Kemenkes pastikan ketersediaan layanan reproduksi pasca tsunami Selat Sunda
Elshinta
Jumat, 04 Januari 2019 - 14:08 WIB |
Kemenkes pastikan ketersediaan layanan reproduksi pasca tsunami Selat Sunda
Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2H879HY

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi seperti kesehatan ibu hamil dan bayi pasca bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung.

“Setiap bencana keberadaan subcluster kesehatan menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan keselamatan nyawa korban, termasuk dalam hal ini kesehatan reprodksi. Karena, dalam situasi bencana yang menangani ibu hamil dan bayi atau kesehatan reproduksi remaja adalah pelayanan kesehatan reproduksi,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (4/1).

Kemenkes menyediakan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak dalam masa tanggap darurat bencana, seperti untuk mengantisipasi ibu hamil yang akan bersalin. Selain itu disiapkan juga rumah sakit sebagai rujukan apabila terjadi masalah serius pada ibu hamil. Jika rumah sakit rujukan tidak tersedia, akan dipastikan keberadaan petugas kesehatan di Puskesmas atau pos kesehatan agar dapat melakukan pelayanan darurat untuk obstetri dasar dan perawatan neonatal. Petugas kesehatan juga melalui bimbingan dan konsultasi dengan tenaga yang lebih ahli.

Kejadian bencana, menurut Nila, juga dapat memicu kekerasan seksual pada perempuan yang bisa terjadi dipicu karena kondisi infrastruktur wilayah terdampak bencana yang rusak. Beberapa hal yang menjadi perhatian seperti tenda dan toilet tidak terpisah antara perempuan dan laki-laki, lokasi sumber air bersih yang jauh dari pengungsian, tidak tersedianya penerangan yang memadai karena aliran listrik terputus, dan tidak ada sistem keamanan di pengungsian, seperti ronda malam.

Untuk mencegah hal tersebut, perlu koordinasi dengan BNPB atau BPBD dan Dinas Sosial untuk menempatkan kelompok rentan di pengungsian. Selain itu diupayakan MCK laki-laki dan perempuan disediakan terpisah, namun jika tidak memungkinkan diharapkan adanya kesadaran dari masyarakat untuk saling menjaga. Selain itu Nila juga mengatakan perlu penerangan yang cukup dan memastikan pintu MCK dapat dikunci dari dalam. Dilakukan juga koordinasi dengan penanggung jawab keamanan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.

Tenaga kesehatan memastikan tersedianya pelayanan medis dan psikososial di pengungsian dan memastikan adanya mekanisme rujukan, perlindungan dan hukum yang terkoordinasi untuk penyintas. Pada masa tanggap darurat juga perlu mencegah terjadinya penularan HIV karena kebutuhan darah akan meningkat karena banyaknya korban terluka.

Transfusi darah yang aman sangat penting untuk mencegah penularan HIV dan infeksi lain yang dapat menular melalui transfusi, seperti hepatitis B, hepatitis C dan sifilis, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir rendam wilayah Tepuai Kapuas Hulu, capai 1-1,5 meter
Jumat, 22 November 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Sungai Embau, Jumat (22/11) dini hari, meluap membanjiri wilayah Tepuai Kecamatan Hul...
Ganjar nilai masyarakat sudah siap hadapi erupsi Merapi
Kamis, 21 November 2019 - 15:37 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai masyarakat yang tinggal di dae...
BPBD catat 2.959 jiwa terdampak banjir di Solok Selatan
Kamis, 21 November 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, ...
Tidak ada WNI korban gempa Laos 
Kamis, 21 November 2019 - 12:56 WIB
Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban ...
Gempa kembali guncang Ambon Kamis pagi
Kamis, 21 November 2019 - 06:04 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo 3,4 kembali menggetarkan Ambon, Kamis (21/11) pagi, ...
BPPTKG: Erupsi merapi terakhir tergolong erupsi kecil
Rabu, 20 November 2019 - 17:44 WIB
Elshinta.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (B...
Rabu dini hari, gempa M 5,2 guncang Bali
Rabu, 20 November 2019 - 06:07 WIB
Elshinta.com - Gempa berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Bali, pada Rabu (20/11) dini ha...
60 rumah warga rusak akibat angin kencang di Jember
Selasa, 19 November 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 60 ruma...
BPBD Jatim: Waspadai angin kencang hingga Desember
Selasa, 19 November 2019 - 14:57 WIB
Elshinta.com - Munculnya fenomena angin kencang pada sejumlah wilayah di Jawa Timur mendap...
Gunung Merapi mengalami dua kali gempa guguran
Senin, 18 November 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Deru Cantik