Prostitusi `online` harus disikapi serius
Minggu, 06 Januari 2019 - 18:38 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Penyidik membawa pelaku prostitusi yang diduga artis untuk diperiksa, di Markas Polda Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (5/1). Sumber foto: https://bit.ly/2RxnaAJ

Elshinta.com - Fenomena prostitusi dalam jaringan atau daring harus direspons serius oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. 
   
"Penangkapan dua pesohor dalam kasus prostitusi 'online' cukup mengkhawatirkan," kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati, dalam pernyataan, di Jakarta,  Minggu (6/1). 
     
Ia mengatakan, penangkapan dua pesohor perempuan di Surabaya harus dijadikan momentum bagi pemerintah dan aparat kepolisan untuk bersih-bersih praktik prostitusi online di ruang siber. Pemerintah dan polisi harus represif dengan menyetop di tingkat hulu praktik prostitusi "online" yang cukup marak di tengah masyarakat. 
     
Akun media sosial yang telah nyata-nyata menjadi alat promosi prostitusi mestinya pemerintah bekerjasama dengan penyedia media sosial dapat menutup akun tersebut secara sepihak. "Karena jelas-jelas melanggar UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik," katanya. 
     
Ia menilai praktik prostitusi "online" telah menyebar di berbagai kota di Indonesia dengan sindikasi yang dapat dilacak. Dengan menutup akun media sosial penyedia prostitusi online, setidaknya dapat meminimalisir praktik itu. "Dari hulu harus kita bersihkan. Karena itu media sosial harus bersih dari ajang promosi prostitusi online. Pemerintah dan aparat kepolisian memiliki instrumennya," ujarnya, dikutip Antara.
     
Ia menyebutkan, pemerintah dapat menutup akun-akun media sosial yang menyebarkan paham radikalisme. Semestinya hal yang sama dapat dilakukan pemerintah terhadap praktik prostitusi "online". Padahal dampak prostitusi berbasis "online" kalah berbahaya dari paham radikalisme. Keutuhan keluarga dapat terancam dikarenakan prostitusi. "Anak-anak dan perempuan menjadi korban nyata akibat prostitusi," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 22 Februari 2019 - 15:23 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan,...
Jumat, 22 Februari 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com -Presiden Joko Widodo meminta agar Polri membersihkan para mafia bola yang diduga ...
Jumat, 22 Februari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Jumat, 22 Februari 2019 - 11:18 WIB
Elshinta.com - Kabag Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk A...
Jumat, 22 Februari 2019 - 11:09 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Jumat, 22 Februari 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat melimpahkan kasus kepemil...
Jumat, 22 Februari 2019 - 08:12 WIB
Elshinta.com - Oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kudu...
Kamis, 21 Februari 2019 - 19:46 WIB
Elshinta.com - Ahmad Al Ghazali, putra sulung musisi Ahmad Dhani Prasetyo menyanyikan sebu...
Kamis, 21 Februari 2019 - 18:14 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota...
Kamis, 21 Februari 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat tersangka kasus suap pen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: