Meditasi jadi strategi hindari sakit
Rabu, 09 Januari 2019 - 03:11 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi - Meditasi di luar ruangan (pixabay). Sumber foto: https://bit.ly/2QufoTx

Elshinta.com - Penelitian menunjukkan bahwa meditasi secara teratur dapat menjadi strategi untuk melindungi tubuh dari pilek dan penyakit. 

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One, para peneliti memberikan suntikan flu kepada 390 orang dewasa. Beberapa peserta mengambil kelas meditasi selama delapan minggu, beberapa di antaranya berlatih meditasi selama delapan minggu setelah mendapat suntikan, dan sisanya hanya mendapat suntikan saja.

Temuan ini mengungkapkan manfaat menjaga kesehatan dengan melakukan meditasi. Setelah delapan minggu, mereka yang melakukan meditasi minim terkena penyakit pernapasan dan jarang bolos kerja. Secara umum, kelompok yang melakukan meditasi itu 17 persen lebih baik dibanding yang lainnya. 

Dilansir Antara dari mbg heath, Selasa (8/1), meditasi sangat efektif dalam mencegah pilek dan penyakit karena kemampuannya menurunkan stres. Bila seseorang sangat stres dan kadar limfositnya sangat rendah, mereka lebih rentan terhadap virus, seperti pilek, dibandingkan dengan orang sehat yang dapat mengatur stres. 

“Menghilangkan atau memodifikasi faktor-faktor (pemicu stres) dalam kehidupan seseorang sangat penting untuk melindungi dan menambah respos sistem imun,” jelas ahli imunologi klinis Leonard Calabrese, D.O., kepada Cleveland Clinic. 

Selain menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, meditasi juga telah ditemukan untuk mengurangi gejala berbagai kondisi dan penyakit berbahaya, termasuk tekanan darah tinggi, sindrom iritasi usus besar (IBS symptoms), kecemasan, depresi, dan insomnia.

Meditasi tidak sepenuhnya untuk mengatasi pilek. Meditasi ini mesti dilakukan bersama dengan pengobatan sesuai anjuran dokter, sementara itu, meditasi merupakan cara menghilangkan stres sepanjang tahun. Akhirnya, tujuan dari bermeditasi adalah menghindari sakit sesering mungkin.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 14 April 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Seorang spesialis penyakit retina dan direktur Ophthalmic Research at the L...
Jumat, 12 April 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Perbaikan gizi adalah salah satu upaya nyata untuk mengakhiri kemiskinan di Indo...
Kamis, 11 April 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah meluncurkan layanan kegawatdaruratan dan ...
Selasa, 09 April 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyak...
Senin, 08 April 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Sebuah studi para peneliti Jepang menyatakan jika Anda sering buang air kec...
Sabtu, 06 April 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Dokter spesialis anak Dr Setia Budi Salekede Sp.A(K) mengatakan penyakit in...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com -Pasien kanker punya risiko merasakan sakit fisik lebih tinggi karena menanggung b...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com -Sebanyak 150 anak Sekolah Dasar dibersihkan telinganya di Rumah Sakit Umum Daerah...
Rabu, 27 Maret 2019 - 17:18 WIB
Elshinta.com -Ahli dermatologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) J...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)