KPK terima pengembalian Rp100 juta suap Meikarta dari anggota DPRD Bekasi
Elshinta
Kamis, 10 Januari 2019 - 11:35 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
KPK terima pengembalian Rp100 juta suap Meikarta dari anggota DPRD Bekasi
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK menerima pengembalian Rp100 juta dari sejumlah anggota DPRD Bekasi, Jawa Barat, terkait suap izin pembangunan proyek Meikarta.

"Uang Rp100 juta pengembalian DPRD Bekasi akan kami sita untuk menjadi bagian dari berkas penanganan perkara," katanya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ia mengimbau agar anggota DPRD Bekasi lainnya yang turut mendapat uang untuk bersikap kooperatif dan mengembalikannya kepada KPK.

"Lebih baik terus terang saja para anggota DPRD ini atau pihak lain yang menerima uang dan bersikap kooperatif itu akan lebih dihargai secara hukum," ucapnya. 

KPK menemukan aliran dana untuk membiayai para anggota DPRD Bekasi dan keluarganya wisata ke luar negeri. 

KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. 

Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat delapan orang lainnya dalam kasus ini. Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Kemudian, pihak swasta bernama Billy Sindoro yang merupakan Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bahar Smith mengaku tak miliki niat menganiaya
Kamis, 20 Juni 2019 - 20:59 WIB
Elshinta.com - Terdakwa penganiaya dua remaja, Bahar Smith, mengaku tidak pernah memiliki ...
Novel Baswedan ditanya soal kasus KTP-el dan rencana OTT pengusaha
Kamis, 20 Juni 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sempat ditanya s...
KPU tak hadirkan saksi dalam sidang keempat PHPU
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com - Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden (PHPU) dengan ag...
Kuasa hukum ingin pemeriksaan Novel Baswedan berjalan sesuai prosedur
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:13 WIB
Elshinta.com - Kuasa hukum ingin memastikan proses pemeriksaan terhadap Novel Baswedan seb...
Berkas perkara kasus dugaan suap di PT Garuda segera selesai
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan berkas perkara penyidikan kasus dugaan...
KPK periksa manager pengelolaan peralatan PT Waskita Beton Precast
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:01 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah  mengatakan, KPK memeriksa Manager Pengelola...
Nama jenderal polisi yang ikut seleksi capim KPK belum final 
Kamis, 20 Juni 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi ...
Kasus Bowo Sidik Pangarso, KPK periksa pejabat di Kemendag
Kamis, 20 Juni 2019 - 12:01 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
KPK periksa pejabat fungsional pengawasan perikanan Madya di KKP
Kamis, 20 Juni 2019 - 11:34 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Penjelasan Polri terkait patroli siber di WhatsApp
Kamis, 20 Juni 2019 - 11:22 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa patroli siber yang m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono