Demam berdarah renggut nyawa dua anak di Sangihe Sulut
Kamis, 10 Januari 2019 - 13:56 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QzUkLw

Elshinta.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Jophy Thungari mengatakan, awal Januari 2019, dua orang anak meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Awal Januari ini ada dua orang anak meninggal dunia karena DBD," kata Jophy Thungari di Tahuna, Kamis (10/01).

Menurut dia, berdasarkan catatan yang dimiliki dinas Kesehatan, sejak bulan Oktober 2018 sampai awal Januari 2019 terdapat 64 kasus DBD.

"Sejak bulan Oktober 2018 sampai sekarang sudah ada 64 kasus DBD di Sangihe," ungkap dia, dikutip Antara.

Dia mengatakan, pada bulan Oktober terdapat 14 kasus DBD dan November 18 kasus, Desember 25 kasus dan awal Januari 2019 terdapat 7 kasus.

Pemerintah kabupaten melalui dinas Kesehatan terus berjuang untuk membasmi jenis nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab DBD melalui fogging (pengasapan).

"Fogging kami sudah lakukan sejak bulan Oktober sampai sekarang di wilayah kampung dan kelurahan yang terdapat kasus DBD," kata dia.

Thungari mengimbau masyarakat untuk membantu membasmi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dengan melakukan kegiatan 3M.

Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan termasuk membudayakan kegiatan 3 M yaitu Menguras, Menutup, Mengubur, Kata dia.

Berdasarkan data Tahun 2018 ada beberapa kecamatan yang rawan DBD seperti kecamatan Tahuna Barat Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tabukan Utara Kampung Raku dan Petta dan Kecamatan Tahuna Kelurahan Soataloara.

Sedangkan pada awal Januari 2019 di daerah ini DBD ada di kecamatan Tahuna di kelurahan Manente dan Santiago sementara di Kecamatan Tahuna Timur di kelurahan Tidore dan Tona. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Polresta Pontianak saat ini sedang menyelidiki penyebab ledakan yang terjad...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:51 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat 20 rumah rusak a...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 12 orang warga Pontianak, Kalimantan Barat diduga keracunan zat ki...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:47 WIB
Elshinta.com - Petugas gabungan melakukan penanganan darurat terhadap tanggul Sungai Angin...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, mengeruk sejumlah s...
Rabu, 16 Januari 2019 - 11:51 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) men...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:45 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 22 rangka kios yang sedang dibangun di Pasar Tanah Merah, Penjarin...
Senin, 14 Januari 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung sejak Min...
Minggu, 13 Januari 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak empat balita di Desa Tegalrandu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur te...
Minggu, 13 Januari 2019 - 07:15 WIB
Elshinta.com - Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Perikanan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)