Keluarkan aplikasi Simpolan, pasien RSUD Tarakan merasa terbantu
Kamis, 10 Januari 2019 - 19:13 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Rizkia/Elshinta

Elshinta.com - Trimawariah mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya aplikasi antrean rumah sakit secara online, yakni Simpolan yang dimiliki dan dikelola oleh RSUD Tarakan.

Adanya aplikasi online ini dinilai mempermudah dan memangkas waktu menunggu antrean rumah sakit karena bisa dilakukan dengan mudah melalui smartphone yang kini hampir dimiliki setiap orang.

“Iya, habis antre online, kemudian datang ke rumah sakit untuk cetak seperti bukti antrean. Kemudian tinggal tunggu jadwal dokternya. Saya bisa tahu waktunya, jadi nunggu cetak bukti antrian pun tidak lama, ini cuma nunggu sekitar 10-15 menit. Kemudian tahu jadwal dokternya kapan, misalnya jam 11 siang, saya bisa pulang dulu kuliah atau menunggu di rumah. Pokoknya lebih mudah dan tidak akan menunggu lama lagi,” kata mahasiswi yang biasa dipanggil Tri ini di Tarakan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Rizkia, Kamis (10/1).

Ketika ditanya, Tri mengungkapkan dirinya menderita sakit keloid, di mana kakinya harus menjalani operasi kecil untuk mengangkat jaringan daging yang tumbuh itu.

“Ada daging tumbuh di luar kulit, di kaki saya. Bulan kemarin dioperasi di RSUD Tarakan. Ini ke 4 kali sudah rawat jalan. Waktu pendaftaran pertama manual, karena harus punya nomor rekam medik. Tapi setelah itu, langsung pakai antrean online,” kata Tri.

Dirinya juga bersyukur dan merasa terbantu dengan program JKN-KIS karena mempermudah penyembuhan serta perawatan atas sakit yang ia derita. “Tinggal datang untuk cek rutin saja. Semuanya dicover sama BPJS Kesehatan. Waktu datang kunjungan check up dan operasi juga tidak mengeluarkan biaya apapun, jadi saya puas sekali jadi peserta JKN-KIS,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 13:55 WIB
Elshinta.com -Platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, baru-baru ini dilaporkan telah mela...
Jumat, 11 Januari 2019 - 14:21 WIB
Elshinta.com - WhatsApp dikabarkan sedang membuat fitur Touch ID untuk otentikasi keamanan...
Kamis, 10 Januari 2019 - 19:13 WIB
Elshinta.com - Trimawariah mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya aplikasi antre...
Kamis, 03 Januari 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Aplikasi pesan WhatsApp telah mengakhiri dukungan untuk platform perangkat ...
Rabu, 26 Desember 2018 - 20:23 WIB
Elshinta.com - Facebook dikabarkan sedang mengembangkan mata uang kripto agar mengirim uan...
Rabu, 19 Desember 2018 - 16:22 WIB
Elshinta.com - Twitter baru saja mengumumkan bahwa telah menambahkan fitur baru di aplikas...
Selasa, 18 Desember 2018 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Biro perjalanan daring (OTA) Traveloka enggan berkomentar mengenai kabar me...
Selasa, 18 Desember 2018 - 10:13 WIB
Elshinta.com - Internet memudahkan setiap orang mendapat informasi atau dikenal dengan ist...
Jumat, 14 Desember 2018 - 19:33 WIB
Elshinta.com - Platform agregator dan uang kembalian (cashback) untuk e-commerce, ShopBack...
Rabu, 12 Desember 2018 - 06:56 WIB
Elshinta.com - Facebook memperkenalkan Panduan Facebook dan Instagram bagi Politisi dan Pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)