Dua muncikari prostitusi online DPO
Jumat, 11 Januari 2019 - 07:33 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2D1B3iD

Elshinta.com - Direskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, muncikari artis terlibat prostitusi tidak hanya TN dan ES yang saat ini telah ditahan pihak kepolisian. Ada dua muncikari lainnya yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Jatim.

“Kami telah mengantongi nama dua muncikari yang kini jadi DPO itu,” ungkap Kombes Akhmad, Kamis (10/1), seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri. 

Menurut Yusep, dua muncikari DPO itu juga terlibat dalam jaringan prostitusi online yang melibatkan para artis dan model. Dua DPO itu adalah perempuan, yang memiliki peran sama dengan TN dan ES.

Saat ini, kata Yusep, timnya telah melakukan pengejaran terhadap dua DPO tersebut. “Kami sudah monitoring kedua DPO itu. Insyaallah dalam waktu dekat yang bersangkutan kita lakukan penangkapan,” ucapnya. 

Saat ini polisi masih terus mengembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan 45 artis dan 100 model. Mereka merupakan binaan dua muncikari TN dan ES, yang telah berstatus tersangka.

Perkembangan terbaru, polisi telah memeriksa rekening koran dari salah satu muncikari ES. Hasilnya, transaksi yang mereka lakukan sejak priode 1 Januari 2018 hingga 5 Januari 2019 total keseluruhan mencapai Rp2,8 miliar.

“VA sudah beberapa kali mendapat order layanan prostitusi online yang difasilitasi muncikari ES,” kata Yusep.

Yusep pun membeberkan bukti bahwa VA telah beberapa kali melayani pria hidung belang dalam bisnis prostitusi online. Salah satunya jumlah transaksi rekening koran milik muncikari ES ke aktris FTV itu.

Dalam kesempatan itu, penyidik juga membeberkan sejumlah alat bukti, saat terjadi prostitusi online VA di sebuah hotel di Surabaya beberapa waktu lalu. Di antaranya tujuh buah handphone milik dua muncikari TN dan ES, dan kedua artis VA dan AS. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 11:24 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Rabu, 17 April 2019 - 07:51 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengabulkan upaya banding tiga terpidana mati k...
Selasa, 16 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Y...
Selasa, 16 April 2019 - 15:24 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (16/5) terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham...
Selasa, 16 April 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan KPK memeriksa Direktur Produksi PT &nb...
Selasa, 16 April 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil General Manager Ro...
Selasa, 16 April 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK mengatakan, KPK memeriksa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR...
Selasa, 16 April 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan KPK memeriksa Kepala Biro (Karo)...
Senin, 15 April 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Tim Intel Gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Ke...
Senin, 15 April 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)