KPK harap polisi mampu tangkap pelaku teror di rumah pimpinan KPK
Elshinta
Jumat, 11 Januari 2019 - 13:27 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
KPK harap polisi mampu tangkap pelaku teror di rumah pimpinan KPK
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK berharap pihak kepolisian mampu mengusut kasus teror di rumah pimpinan KPK dan menangkap pelaku teror.

"Tentu itu yang perlu diungkap, pelakunya siapa, tujuannya apa melakukan peristiwa yang kemarin dan kepentingan siapa sesungguhnya di balik ini semua, tentu kami harap bisa ditemukan oleh Polri," ucapnya dalam keterangan, Jumat (11/1), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Diketahui Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan jajarannya untuk segera mengusut dan menemukan pelaku teror tersebut sehingga dapat diketahui motif dan tujuan pelaku teror.

Menurut Febri, pengungkapan secara tuntas kasus teror ini penting untuk mencegah terjadinya teror serupa di kemudian hari. Tak hanya pegawai dan pejabat KPK, teror tersebut bisa saja menyasar aparat penegak hukum lain, atau bahkan masyarakat sipil yang turut berupaya memberantas korupsi di Indonesia.

"Kami harap teror-teror seperti itu bisa diungkap, pelakunya bisa ditemukan sehingga ini bisa mencegah adanya hal-hal yang sama terulang kembali ke depan,” tegas dia.

Ditambahkannya, "Kalau pelaku tidak ditemukan akan sangat riskan muncul pemikiran dari publik bahwa pelaku tidak ditemukan maka akan mungkin ada pelaku-pelaku atau teror-teror berikutnya. Kami harap tidak terjadi". 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Geledah rumah Eggi Sudjana, polisi sita ponsel
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com - Anggota Polda Metro Jaya menggeledah rumah politikus PAN Eggi Sudjana usai ...
Kasus Dzulmi Eldin, KPK geledah kantor Dinas PU Medan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan penggeledahan di kantor Wali Kota Medan, Jumat (18/10), K...
Ditahan KPK, Dirut PT INTI sebut perjuangan untuk menghidupkan perusahaan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:57 WIB
Elshinta.com - Ditahan KPK, Dirut PT INTI sebut perjuangan untuk menghidupkan perusahaan. ...
Sempat melarikan diri, KPK periksa staf Wali Kota Medan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:30 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa staf honorer Subbagian Protoko...
Polisi tetapkan motivator tampar 10 siswa SMK sebagai tersangka
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:43 WIB
Elshinta.com - Polisi menetapkan status tersangka kepada Agus Piranhamas, seorang motivator yang men...
Dapat endorse, KPK imbau Mulan Jameela perhatikan pelaporan gratifikasi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fr...
Ganjar sebut kasus guru-pelajar kibarkan bendera HTI masih didalami
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan kasus guru dan pelajar di SMK Negeri 2...
KPK belum terima dokumen UU revisi KPK
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
KSP pastikan Presiden cek perkembangan kasus Novel Baswedan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan Presiden Joko Widodo akan mengecek...
Dua saksi kasus suap kepala LP Sukamiskin dipanggil KPK
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - KPK memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap pemberian fasilitas ata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV