GP Ansor laporkan ke Presiden tentang kelompok radikal yang terkonsolidasi jelang Pilpres
Jumat, 11 Januari 2019 - 14:40 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas didampingi pengurus GP Ansor diterima Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/1) pagi. Sumber foto: https://bit.ly/2Fihl4x

Elshinta.com - Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) bersama pimpinan wilayah se-Indonesia dipimpin oleh Ketua Umumnya Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/1) pagi.

Seusai pertemuan, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan mengemukakan,  pertemuan itu membahas perkembangan, situasi negara yang terjadi belakangan ini karena efek dari kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Termasuk laporan dari 34 pimpinan wilayah GP Ansor di Tanah Air mengenai situasi yang terjadi di daerahnya masing-masing.

“Yang kesatu terkait dengan perubahan politik, situasi politik, yang kedua terkait dengan kelompok radikal. Jadi kelompok radikal yang terkonsolidasi karena kontestasi Pilpres ini,” jelas Yaqut, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab.

Menurut Ketua Umum GP Ansor, ada banyak wilayah kalau mau disebut, di luar Pulau Jawa, di Jawa Barat ada, banyak ditemukan, dimana kelompok-kelompok radikal kini terkonsolidasi menjelang Pilpres itu.

Ia menyebut, mereka bukan merusak Pemilu, tetapi mereka menginduk dalam salah satu kontestan Pemilu untuk memasukkan agenda-agenda mereka. Adapun agenda dimaksud, kata dia, adalah mendirikan negara Islam-lah, Khilafah Islamiyah atau minimal mereka mendirikan NKRI bersyariat.

Untuk itu, Ketua Umum GP Ansor  Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, solusinya adalah NKRI harus tegak berdiri, harus utuh. 

Saat menerima pengurus GP Ansor itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:44 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyatakan kemampuan calon presiden da...
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla berharap kedua pasangan debat perdana ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:57 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan tidak akan memfasilitasi penyelen...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, p...
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com - Anggota Tim Hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden Indonesia nomo...
Rabu, 16 Januari 2019 - 12:17 WIB
Elshinta.com - Anggota Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Widodo-Ma`ruf Am...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:37 WIB
Elshinta.com - Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD meminta masyarakat mencermati janji calon...
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:12 WIB
Elshinta.com - Pengurus Jaringan Nasional Garda Depan (Jagad) Relawan Gatot Nurmantyo For ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 06:52 WIB
Elshinta.com - Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J. Mahesa menilai kasus penculikan aktiv...
Rabu, 16 Januari 2019 - 06:43 WIB
Elshinta.com - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, bertemu dengan para ketua umum p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)