KJRI Jeddah bantu pemulangan 7.783 WNI yang melanggar izin tinggal
Jumat, 11 Januari 2019 - 17:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
WNI perempuan yang terjaring operasi saat umrah. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Sepanjang 2018 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah membantu pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan menerbitkan sebanyak 7.783  dokumen SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). Keseluruhan WNI tersebut dimasukkan ke rumah tahanan imigrasi (Tarhil) Arab Saudi karena berbagai pelanggaran.

WNI undocumented (WNIU) atau tidak berdokumen resmi tersebut berjumlah 7.783 orang. Mereka terdiri dari 2.199 laki-laki, 4.872 perempuan dan 712  anak-anak.

Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah  pemegang visa kerja. Sebagian lagi masuk ke Arab Saudi dengan visa umrah dan kemudian menetap dan bekerja, dan sebagian lagi masuk dengan visa ziarah (kunjungan).

"Mereka ditangkap di berbagai tempat. Ada yang di penampungan, di jalanan, bahkan ada juga di perlintasan tawaf dan sa'i dalam Masjidil Haram," jelas Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah.

Bahkan akhir Desember 2018 dan awal Januari 2019, imbuh Konjen,  sebanyak 25 WNI diamankan pihak keamanan Arab Saudi saat mendorong kursi roda jemaah umrah di Perlintasan Tawaf dan Sa'i Masjidil Haram dengan imbalan sejumlah uang.

"Mereka punya iqamah, semacam kartu izin menetap,   tapi tetap ditangkap karena kedapatan bekerja bukan pada kafil (majikan)nya. Artinya yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan profesi yang tertera di iqamah mereka," imbuh Konjen.

Sementara itu, Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1, Safaat Ghofur, yang juga merangkap  Koordinator Perlindungan dan Pelayanan Warga menyebutkan, sebanyak 26 WNI yang tengah mengikuti program umrah dan ziarah Mekkah dan Madinah oleh sebuah LSM diamankan pihak keadaman setempat. Rombongan tersebut ditangkap 20 Desember silam.

"Mereka terjaring di check point KM 40 dari Masjid Bir Ali yang menjadi tempat miqat karena tidak punya iqamah. Mereka sempat ditahan selama sepuluh hari di penjara Madinah. Kemudian mereka dilimpahkan ke tarhil di Syumaisi Mekkah," ujar Safaat dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (11/1).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 15 April 2019 - 15:00 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan me...
Senin, 15 April 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Menteri PPN/Kepala Bapp...
Senin, 15 April 2019 - 10:19 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, ...
Senin, 15 April 2019 - 08:32 WIB
Elshinta.com - Dalam pertemuan bilateral di Istana Al-Qasr Al-Khas, Minggu (14/4), Preside...
Senin, 15 April 2019 - 06:54 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Arab Saudi menerima kunjun...
Sabtu, 13 April 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia siap menempuh proses litigasi melalui Organisasi Perda...
Jumat, 12 April 2019 - 16:03 WIB
Elshinta.com - Bom yang disembunyikan di antara tas tomat di satu pasar Pakistan menewaskan sed...
Jumat, 12 April 2019 - 09:53 WIB
Elshinta.com - Kematian seorang pelajar asal Indonesia di China sampai saat ini masih dalam pen...
Kamis, 11 April 2019 - 13:19 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Turki bisa membeli lebih banyak rudal S-400 atau sistem lain pertahan...
Kamis, 11 April 2019 - 09:11 WIB
Elshinta.com - Serangan militer yang dilancarkan oleh pasukan yang berafiliasi kepada komandan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)