Kendari beri sanksi denda pembuang sampah sembarangan
Jumat, 11 Januari 2019 - 17:59 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2D358OM

Elshinta.com - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai 2019 ini memberlakukan pemberian sanksi denda bagi warga yang kedapatan sengaja membuang sampah bukan pada tempatnya.

"Denda yang akan diberikan bagi setiap warga yang seenaknya membuang sampah bukan pada tempatnya itu sebesar Rp500.000," kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari, Paminuddin di Kendari, Jumat (11/01).

Paminuddin mengungkapkan, pemberian sanksi bagi pembuang sampah di sembarang tempat, telah diatur dalam peraturan daerah yang ditetapkan 2015 lalu, namun bari diterapkan tahun 2019 ini.

"Jadi pemberlakukan Perda pelarangan membuang sampah di sembarang tempat, bertujuan membuat efek jera bagi masyarakat yang belum sadar menjaga kebersihan di Kota Kendari," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Paminuddin menambahkan, meski selama ini pemerintah Kota Kendari mengerahkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan lingkungan perkotaan, namun masih ada saja warga yang sengaja membuang sampah di sembarang tempat, terutama di kawasan Teluk Kendari. dan tempat-tempat strategi lainnya.

"Sebelum sanksi membayar denda diberlakukan, saat ini kami terus melakukan sosialiasi dengan seluruh unsur masyarakat, agar memahami penerapan Perda kebersihan tersebut," imbuhnya.

Sebagai pendukung sarana kebersihan, Pemerintah Kota Kendari sudah menyiapkan sedikitnya 100 unit becak sampah yang tersebar diseluruh wilayah kelurahan di sepuluh kecamatan.

"Selain itu, ada 100 unit tempat pembuangan sampah (TPS) sementara, juga sedang dibangun di sejumlah kawasan pemukiman warga, tutup Paminuddin.

Menyediakan TPS sementara disejumlah pemukiman warga itu, untuk memudahkan kendaraan operasional yang akan menjemput lalu membawa ke tempat pembuangan akhir di Kecamatan Puuwato.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 15:08 WIB
Elshinta.com - Jumlah kendaraan pemudik diprediksi akan meningkat saat mudik Lebaran 2019....
Kamis, 25 April 2019 - 14:46 WIB
Elshinta.com - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Hasil Perikanan Jambi mencata...
Kamis, 25 April 2019 - 14:38 WIB
Elshinta.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri memprediksi ...
Kamis, 25 April 2019 - 13:44 WIB
Elshinta.com - Pemberitaan bohong atau hoaks semakin banyak beredar di masyarakat. Pemerin...
Kamis, 25 April 2019 - 12:56 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wali Kota Tasikmalaya ...
Kamis, 25 April 2019 - 12:45 WIB
Elshinta.com - Dalam proses pengawasan penyelenggaraan ibadah haji, pengawas haji paling s...
Kamis, 25 April 2019 - 12:16 WIB
Elshinta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan berita bohong at...
Kamis, 25 April 2019 - 12:07 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan peningkatan indeks kepuasan haji un...
Kamis, 25 April 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Kementerian BUMN mengatakan telah menonaktifkan Direktur Utama (Dirut) PT P...
Kamis, 25 April 2019 - 10:32 WIB
Elshinta.com - Perjalanan haji tahun 1440 Hijriah/2019 rencananya akan dimulai pada 7 Juli...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)