Pemkot Malang berencana buka jalan baru
Jumat, 11 Januari 2019 - 19:36 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Wali Kota Malang, Sutiaji didampingi KBO Lantas Polres Malang Kota dan Dishub berdiskusi soal pengaturan lalu lintas di Jalan Bandung, Kota Malang, Jumat (11/1). Sumber foto: El Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Upaya mengurai dan mengurangi kemacetan di Kota Malang, Jawa Timur, terus dilakukan Pemerintah Kota Malang. Setelah melakukan rekayasa arus lalu lintas dan penerapan satu jalur di Jalan Jakarta dan di Jalan Simpang Ijen, Pemkot Malang berencana membuat jalan-jalan baru.

“Sudah sangat lama setelah Jalan Sukarno-Hatta dibuka dan tidak akan lama lagi kita akan buat jalan atau bahkan tambah jalan alternatif baru guna mengurai kemacetan di Kota Malang,” ungkap Wali Kota Malang, Sutiaji kepada awak media termasuk Kontributor Elshinta, El Aris saat melihat pelaksanaan aturan satu jalur di Jalan Simpang Ijen, Jumat (11/1).

Hanya saja, Sutiaji enggan mengatakan lokasi jalan baru yang akan dibuka. “Jalan tersebut tengah dikaji oleh tim atau ahli jalan raya, yang pasti Kota Malang memerlukan jalan baru tersebut,” ujarnya.

Sutiaji  menambahkan, alasan pembukaan jalan baru di latar belakangi oleh kajian yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Pemkot Malang. Terkait dengan hasil pemantauan aturan satu jalur di Jalan Jakarta dan Jalan Simpang Ijen, diakui mulai menunjukkan dampak yang positif. “Bisa dilihat imbasnya, meskipun penerapannya baru dua hari, dan pengaturan di jalan tersebut harus berimbas pada jalan yang ada di sekitarnya seperti jalan Bandung, khususnya Jalan Bandung yang kerap dikeluhkan, pihaknya akan sesegera memanggil pihak sekolah dikawasan tersebut guna diajak bertukar pikiran terkait dengan kebijakan Pemkot Malang dalam pengaturan lalu-lintas,” ungkapnya.

Untuk jalan Bandung pemkot menyiapkan dua solusi yakni penerapan droop zoon dimana kendaraan yang mengantar siswa yang bersekolah hanya menurunkan pelajar setelah itu kendaraan di persilakan meninggalkan tempat tidak parkir atau pihak sekolah melalui koperasi sekolah menyediakan kendaraan penjemput dan pengantar. “Orang tua siswa tidak perlu ikut mengantar anaknya ke sekolah dengan menggunakan kendaraannya cukup menunggu di rumah saja tidak harus parkir disepanjang jalan Bandung.Percayakan pada sekolah saat anak belajar di sekolah ,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 19 April 2019 - 17:32 WIB
Elshinta.com - Umat Protestan di Kota Probolinggo Jawa Timur menggelar Jumat Agung di Gere...
Jumat, 19 April 2019 - 16:31 WIB
Elshinta.com - Seorang anggota perlindungan masyarakat (Linmas) bernama M. Solikin (46) ya...
Jumat, 19 April 2019 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan pembelaja...
Jumat, 19 April 2019 - 12:18 WIB
Elshinta.com - PT Angkasa Pura I (Persero) mulai membuka pendaftaran bagi masyarakat di Pr...
Jumat, 19 April 2019 - 10:18 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 18 April 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Komisi informasi diminta penuhi kebutuhan masyarakat terkait informasi publ...
Kamis, 18 April 2019 - 16:58 WIB
Elshinta.com - Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, menegas...
Kamis, 18 April 2019 - 16:34 WIB
Elshinta.com - Presiden Jokowi membuka rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta p...
Kamis, 18 April 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Ribuan nelayan di Kabupaten Cilacap tidak melaut karena gelombang tinggi di...
Kamis, 18 April 2019 - 14:19 WIB
Elshinta.com - Pascalibur serentak dalam rangka Pemilu Serentak 2019, Kamis (18/4) hari in...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)