Jaksa Agung sebutkan sejumlah hambatan penanganan pelanggaran HAM berat
Sabtu, 12 Januari 2019 - 06:35 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo. Sumber Foto: https://bit.ly/2DO3ejy

Elshinta.com - Jaksa Agung HM Prasetyo menyebutkan sejumlah hambatan yang dihadapi dalam penanganan pelanggaran HAM berat, salah satunya adalah terjadinya peristiwa yang sudah sangat lama.

"Kita bisa pahami siapapun yang menangani kasus itu akan menghadapi kesulitan dan kendala waktu terlalu lama," ujar HM Prasetyo di Jakarta, Jumat (11/01).

Sembilan berkas kasus pelanggaran HAM berat yang dikembalikan kepada Komnas HAM, kata dia, di antaranya terjadi pada 1998 serta1965, bahkan saat undang-undang yang mengatur belum ada.

Kendala lain yang dihadapi, kata dia, adalah tidak adanya pengadilan HAM Ad Hoc untuk kasus pelanggaran HAM. "Mengenai kasus itu harus dulu dibentuk pengadilan ad hoc, sekarang juga belum ada. Kendala struktural begitu bukan karena kami enggan atau apa. Apalagi membangkang tidak ada," kata Prasetyo, seperti dikutip dari Antara.

Jaksa Agung menyebut pengembalian sembilan berkas kasus pelanggaran HAM berat kepada Komnas HAM karena masih ada petunjuk yang belum dilengkapi.

Menurut Prasetyo, petunjuk dari waktu ke waktu belum dilengkapi, bahkan dalam konsinyasi yang dihadiri pihak Kejagung dan Komnas HAM untuk meneliti satu per satu berkas telah disimpulkan masih ada hal-hal yang perlu dilengkapi.

"Tentu kita tidak juga mau melimpahkan perkara tanpa dibekali keyakinan dan bukti-bukti yang kuat karena hasilnya nanti kalau dipaksakan tidak sesuai dengan yang diharapkan itu tidak kita kehendaki," ujar dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 11:42 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, keter...
Selasa, 23 April 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Badan Keamanan Laut (Bakamla) bersama Jakarta Center Of Law Enforcement Coo...
Selasa, 23 April 2019 - 10:52 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Selasa, 23 April 2019 - 08:50 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian w...
Senin, 22 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Komedian Andre Taulany beserta sang istri Erin Taulany mendatangi gedung Di...
Senin, 22 April 2019 - 13:55 WIB
Elshinta.com - Arus pendek listrik diduga menjadi penyebab terbakarnya Pasar Blok C Tanah ...
Senin, 22 April 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Dae...
Minggu, 21 April 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo mengungkapkan perayaan P...
Sabtu, 20 April 2019 - 15:41 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengajak Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Tohir...
Sabtu, 20 April 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, tidak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)