OJK izinkan uang muka kendaraan bermotor nol persen
Sabtu, 12 Januari 2019 - 08:11 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2D6gJN7

Elshinta.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas habis kewajiban uang muka untuk pembelian kendaraan bermotor baik mobil dan motor yang dibeli melalui "leasing" pada perusahaan pembiayaan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Pertemuan Tahunan Industri Keuangan 2019, Jakarta, Jumat (11/01) malam, mengatakan pihaknya tetap memperhatikan aspek kehati-hatian, meskipun membebaskan uang muka (down payment).

Uang muka nol persen, kata dia, hanya boleh diberikan perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio kredit bermasalah (non-performing finance) di bawah satu persen.

"Ini yang betul-betul tingkat kesehatannya sehat, dan NPF harus di bawah satu persen, artinya ini juga kami memancing tolong NPF ini diturunin dan kesehatannya harus bagus," kata Wimboh, seperti dikutip dari Antara.

Ketentuan DP nol persen ini tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang diterbitkan pada 27 Desember 2018 lalu dan dipublikasikan di situs resmi OJK pada Kamis (10/1).

Dalam aturan sebelumnya, OJK menetapkan kewajiban DP untuk motor dan mobil paling rendah sebesar lima persen dan paling tinggi sebesar 25 persen.

Wimboh mengungkapkan OJK juga memiliki tujuan lain melalui kebijakan ini, yaitu guna mendorong konsumsi domestik. Kemudahan memperoleh fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat dan selanjutnya meningkatkan pendapatan.

Dia menolak anggapan jika relaksasi ini dipandang hanya akan menjadi stimulus untuk sektor konsumtif. Menurutnya, relaksasi untuk mendapatkan kendaraan perlu didorong karena akan menjadi salah satu penggerak sektor produksi.

"Ini harus seimbang artinya produksi itu kan harus ada yang beli, tidak bisa produksi semua kalau tidak ada yang beli jadi antara produksi, konsumsi, ekspor, ini harus seimbang," ujarnya.

Wimboh berdalih bahwa relaksasi ini justru dapat memicu perusahaan pembiayaan untuk memperbaiki rasio NPF-nya. "Nah ini supaya lembaga pembiayaannya itu menjadi sehat, itu dulu. Tapi manajemen risikonya harus bagus, lembaga pembiayaannya juga harus sehat, dan juga NPF-nya kurang dari satu persen sehingga ruang dia masih besar," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Sen...
Senin, 22 April 2019 - 18:34 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (22/4) ...
Senin, 22 April 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Bel...
Senin, 22 April 2019 - 11:14 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (...
Senin, 22 April 2019 - 10:42 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/4)...
Senin, 22 April 2019 - 08:56 WIB
Elshinta.com - Harga minyak naik di perdagangan Asia pada Senin pagi, dengan minyak mentah...
Minggu, 21 April 2019 - 17:51 WIB
Elshinta.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memproyeksikan industri makanan da...
Minggu, 21 April 2019 - 11:27 WIB
Elshinta.com - PT Angkasa Pura I melakukan uji coba teknis pernerbangan dengan pesawat kal...
Jumat, 19 April 2019 - 14:02 WIB
Elshinta.com - New Yogyakarta International Airport (NYIA) merupakan bandar udara internasional...
Jumat, 19 April 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 18 perusahaan nasional maupun multinasional nampaknya tertarik inv...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)