Warga benar-benar ketakutan, gajah kembali masuk permukiman di Aceh
Sabtu, 12 Januari 2019 - 15:29 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2D5vX4Y

Elshinta.com - Satu gajah pejantan dilaporkan kembali ke permukiman, mengamuk dan menumbangkan pohon kelapa sehingga menimpa rumah masyarakat Desa Blang Tengku, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sehingga warga ketakutan.

Kepala Desa (Keuchik) Blang Tengku, Samsirman, yang dihubungi dari Meulaboh, Aceh, Sabtu (12/1) mengatakan, dua hari sebelumnya kawanan gajah sudah meninggalkan permukiman setelah dilakukan upaya pengusiran, namun tiba-tiba kembali masuk permukiman. "Batang kelapa, pinang, dan sebagainya juga dijatuhkan sehingga menimpa rumah warga kami. Kami benar-benar ketakutan saat ini karena satu ekor gajah jantan ini memang sangat ganas," katanya melalui sambungan telepon.

Samsirman, menyampaikan, pada Rabu (9/1) malam kawanan gajah sudah meninggalkan permukiman setempat, namun satwa berbelalai panjang itu bukan kembali ke hutan, tapi justru merusak tiga unit rumah desa tetangga, Desa Tuwie Meuleusong. Kemudian, pada Kamis (11/1) malam, satu ekor gajah pejantan kembali ke Desa Blang Tengku dan mengobrak abrik tanaman muda, batang kelapa, dan pinang, ditumbangkan hingga menimpa rumah masyarakat, beruntung tidak ada korban jiwa.

Suasana perkampungan mereka akhir-akhir ini mencekam, kata Samsirman, sebab amukan satwa gajah tersebut sudah berlangsung lama, warga tidak berani keluar rumah saat malam karena satwa dilindungi undang-undang tersebut masih berkeliaran. "Gajah yang selama ini bermain, sudah seperti `warga kami`, dia mondar-mandir, menampakkan diri. Saya sering bertemu di jalan saat pulang dari masjid menuju rumah, tiba-tiba saja di tengah jalan dia berdiri, siapa berani usir," keluhnya, dikutip Antara.

Bukan hanya pohon dan rumah yang menjadi sasaran amukan gajah liar di kawasan tersebut, tanaman palawija serta tanaman padi tidak bisa tumbuh dengan baik karena menjadi santapan satwa gajah yang terdeteksi masih di kawasan itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 21 Januari 2019 - 15:44 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi...
Senin, 21 Januari 2019 - 13:55 WIB
Elshinta.com - Rumah Tahanan Kelas 1 Tangerang, Banten, melakukan penandatanganan Janji Ki...
Senin, 21 Januari 2019 - 13:30 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Badan Pusat Stati...
Senin, 21 Januari 2019 - 13:22 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, mengaku tidak mengetahui ala...
Senin, 21 Januari 2019 - 09:59 WIB
Elshinta.com - Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta pemprov dan p...
Senin, 21 Januari 2019 - 09:48 WIB
Elshinta.com - Pengguna jalan tol jarak jauh Trans Jawa akan menikmati diskon 15 persen mu...
Senin, 21 Januari 2019 - 09:36 WIB
Elshinta.com - Tarif enam ruas baru Tol Trans Jawa diberlakukan mulai Senin (21/1) hari in...
Senin, 21 Januari 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, pada awal Februari 201...
Senin, 21 Januari 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gan...
Senin, 21 Januari 2019 - 06:45 WIB
Elshinta.com - Panglima Laot atau Lembaga Adat Laut Aceh meminta pemerintah setempat menso...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)