Manfaatkan puing bekas, korban bencana Sulteng bangun hunian sendiri
Minggu, 13 Januari 2019 - 07:53 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi - tempat pembangunan hunian sementara. Sumber foto: https://bit.ly/2VNE9xT

Elshinta.com - Korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), memilih membangun huniannya sendiri dari puing-puing bekas bangunan, tanpa menunggu selesainya pembangunan hunian sementara (huntara).

"Khususnya terhadap shelter pengungsi yang dihuni oleh korban likuefaksi dan tsunami, yang saat ini lebih 80 persen telah miliki hunian sendiri. Mereka membangun sendiri pasca bencana pada awal hingga akhir Oktober 2018. Hunian yang dibangun dari puing-puing bekas rumahnya yang ditelan lumpur likuifaksi dan disapu tsunami," kata Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Sulteng, Yahdi Basma, di Palu, Sabtu (12/1).

Menurut dia, para korban yang memilih untuk membangun sendiri hunian, tanpa menunggu huntara dari pemerintah, dapat dilihat di Kelurahan Petobo, Kelurahan Balaroa, Desa Sibalaya, Kabupaten Sigi dan Desa Jono Oge, serta korban tsunami di sepanjang pesisir pantai Teluk Palu dan Donggala.

Yahdi mengemukakan, para korban bencana atau pengungsi telah terbiasa dengan puing bekas rumah mereka, lalu dimanfaatkan kembali untuk membangun hunian. Karena itu, lanjut dia, jika pemerintah tetap melanjutkan pembangunan huntara, maka dapat dipastikan itu akan mubazir atau tidak termanfaatkan.

"Saat ini yang dibutuhkan oleh korban yaitu hunian tetap. Bukan huntara, walaupun ada sebagian yang telah menempatinya dari pemerintah. Namun, lebih banyak yang telah membangun hunian sendiri secara swadaya dari puing-puing bekas bangunan," pungkasnya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menye...
Kamis, 18 April 2019 - 07:33 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Aceh dan sekitarny...
Rabu, 17 April 2019 - 07:43 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 kembali mengguncang Kabupaten Kaimana,...
Rabu, 17 April 2019 - 05:51 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Kaimana, Provinsi Pap...
Senin, 15 April 2019 - 06:10 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengidentifikasi sejumlah kerusa...
Minggu, 14 April 2019 - 06:30 WIB
Elshinta.com - Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan P...
Minggu, 14 April 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Banjir akibat hujan deras di wilayah utara Pamekasan, Jawa Timur dalam satu...
Sabtu, 13 April 2019 - 06:20 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo (M) 6,9 yang terjadi di Banggai Kepulauan, Sulawesi ...
Jumat, 12 April 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 86 kepala keluarga dengan 258 jiwa yang tinggal di dua gampong (desa) d...
Jumat, 12 April 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini ts...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)