Pemkab Lampung Selatan masih bantu 822 warga korban tsunami
Elshinta
Selasa, 29 Januari 2019 - 09:26 WIB |
Pemkab Lampung Selatan masih bantu 822 warga korban tsunami
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2BRq1dF

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tetap memberikan bantuan untuk warga korban terdampak tsunami Selat Sunda di daerah ini meskipun masa tanggap darurat bencana akibat tsunami pada 22 Desember 2018 itu telah berakhir pada 19 Januari 2019 lalu.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Diskominfo Lampung Selatan, di Kalianda, Selasa (29/01), warga yang dibantu Pemkab Lampung Selatan adalah korban yang rumahnya rusak berat, sedang, dan ringan akibat diterjang gelombang tsunami Selat Sunda itu.

Bantuan tersebut didistribusikan melalui Tim Posko Logistik Penanganan Darurat Bencana Tsunami Pemkab Lampung Selatan Untuk setiap kepala keluarga (KK) terdampak tsunami diberikan 20 kilogram beras, air mineral, mie instan, keperluan MCK, pakaian dalam wanita dewasa dan pakaian bayi, makanan ringan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Koordinator Posko Logistik Kabupaten Lampung Selatan Dulkahar mengatakan saat ini jumlah warga terdampak tsunami yang masih diberikan bantuan sekitar 822 jiwa. Jumlah itu berdasarkan data yang diberikan Dinas Perumahan dan Permukiman Lampung Selatan.

Dulkahar meminta para kepala desa yang warganya masih menerima bantuan itu, agar langsung mendistribusikan paket-paket bantuan tersebut kepada warga yang berhak menerimanya.

"Ini langsung didistribusikan kepada para pengungsi, jangan ditahan-tahan lagi di pos desa," ujar Dulkahar, dikutip Antara.

Dulkahar yang juga Kepala Dinas Sosial Pemkab Lamsel ini juga berharap agar masyarakat yang bukan pengungsi atau korban tsunami untuk tidak mengambil kesempatan akan musibah yang sedang terjadi.

"Yang bukan pengungsi jangan mengambil jatah para pengungsi, haram hukumnya mengambil jatahnya pengungsi," ujarnya.

Selain dari Pemkab Lampung Selatan, bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan juga masih mengalir dari kabupaten/kota lain, seperti dari wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang kembali datang.

Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan menyalurkan bantuan paket sembako untuk para korban tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati OKU H Kuryana Aziz kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto di Posko Logistik, Rumah Dinas Bupati setempat, Senin (28/01).

"Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sini. Sebagai warga Indonesia sudah sepantasnya kita saling membantu," kata Kuryana Aziz saat menyerahkan bantuan.

Kuryana mengatakan, bantuan yang diserahkan tersebut merupakan sumbangsih dari jajaran Pemkab OKU serta masyarakat Kabupaten OKU untuk membantu masyarakat Kabupaten Lamsel yang terkena musibah tsunami beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut berupa 700 paket sembako, 400 dus mie instan, 20 boks paket keluarga, serta 46 karung pakaian laik pakai.

"Bantuan yang kami berikan ini mungkin tidak berarti apa-apa, mohon diterima dan dapat didistribusikan. Semoga bermanfaat dan bisa sedikit membantu meringankan beban saudara-saudara kita," ujar Kuryana pula.

Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab OKU beserta masyarakat Kabupaten OKU.

Nanang juga menyatakan kebanggaannya kepada masyarakat Kabupaten OKU serta jajaran Pemkab OKU, khususnya Bupati OKU yang telah hadir langsung untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Lamsel yang terkena musibah.

"Tentu kehadiran ini menjadi penyemangat kami, dimana kabupaten/kota tetangga datang untuk membantu. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan memang yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Nanang pula.

Usai menyerahkan bantuan, Kuryana juga sempat meninjau Posko Media Center untuk menyaksikan tayangan pascatsunami. Selanjutnya, rombongan Pemkab OKU bertolak meninjau sejumlah titik lokasi terdampak tsunami di Lamsel.

Disampaikan Handoyo, atas keterangan tersebut pihaknya masih berupaya mencari korban jiwa yang diperkirakan tertimbun di puing-puing kebakaran.

"Kami masih berupaya mencari dan evakuasi korban serta melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran," kata Handoyo.

Menurut dia, kebakaran yang terjadi sekitar Senin (28/01) pukul 22.10 WIB menghanguskan delapan ruko, lima rumah serta satu unit Yayasan Bhakti Suci Putussibau yang terbakar pada bagian atap.

Adapun pemilik ruko dan rumah yang terbakar yaitu empat ruko milik Acung yang dihuni oleh Mistake sebanyak dua pintu dan Adong serta Among, kemudian empat ruko lagi dihuni Hasan, Acan Abi, Among Wijaya dan Stepanus Apo.

Selain itu, lima unit rumah dihuni oleh Nawar, Atit, Apoy dan Akhiong, serta satu unit ruko Yayasan Bhakti Suci Putussibau (terbakar bagian atap).

"Sumber api diperkirakan bermula dari penginapan milik Nawar, yang kemudian api membesar dan menghanguskan bangunan ruko dan rumah yang berada disekitarnya," jelas Handoyo.

Menurut dia, api memang cukup sulit dipadamkan karena keterbatasan mobil pemadam kebakaran serta air dalam mobil tangki pemadam kebakaran, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB.

Dia menyampaikan petugas gabungan yang turut serta memadamkan api yaitu kepolisian, TNI, Sat Pol PP, petugas pemadam kebakaran Yayasan Bhakti Suci, Tagana Kapuas Hulu, Pramuka dan warga sekitaran Putussibau.

Atas peristiwa kebakaran itu, Handoyo mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk lebih waspada dan berhati - hati agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Segera, kendaraan luar Jakarta juga bakal ditindak ETLE
Selasa, 21 Januari 2020 - 09:37 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mulai melakukan penindakan dengan kamera Electronic Tra...
Mahfud jelaskan soal Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Buruh diutamakan?
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan, Ranc...
Terkait Omnibus Law, ancaman pun dikeluarkan KSPI
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:29 WIB
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mewakili elemen buruh dan pekerja di seluruh Indonesia ...
Kekhawatiran KSPI soal Omnibus Law
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:16 WIB
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mewakili elemen buruh dan pekerja di seluruh Indonesia ...
Ini enam alasan serikat pekerja tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:02 WIB
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, terdapat enam alasan meng...
DPR minta pemerintah cari solusi kenaikan iuran BPJS Kesehatan, begini kata Menkes
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:24 WIB
Komisi IX DPR RI meminta pemerintah untuk mencari solusi atas kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jam...
Pelancong ke Korea dan Jepang diimbau waspada virus nCov
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:11 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau para pelancong yang ingin mengunjungi Korea dan juga Jepa...
WNI kembali disandera Abu Sayyaf, Mahfud akan koordinasi dengan Menlu
Senin, 20 Januari 2020 - 19:26 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku pihaknya akan be...
Keraton Pajang mustahil peroleh pengakuan sebagai kerajaan
Senin, 20 Januari 2020 - 17:46 WIB
Munculnya Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo turut mengungkap keberadaan Keraton Pajang di Desa Mak...
Kondisi terkini para korban Posyandu di RSUI yang kecelakaan bus pariwisata di Subang
Senin, 20 Januari 2020 - 17:36 WIB
Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menyampaikan perkembangan terkini kondisi korban kecelakaan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV