Sumber air sulit didapat, kebakaran lahan gambut di Aceh sulit dikendalikan
Elshinta
Kamis, 31 Januari 2019 - 06:44 WIB |
Sumber air sulit didapat, kebakaran lahan gambut di Aceh sulit dikendalikan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RswBwY

Elshinta.com - Kebakaran lahan gambut yang terjadi pada tiga desa di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, sulit dikendalikan karena berbagai alasan, antara lain sulitnya mendapatkan sumber air serta cuaca terik yang terus memicu persebaran titik api.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 012/Teuku Umar (TU) Letkol TNI Inf Yudhiono, di Meulaboh, Rabu (30/1), mengatakan pemadaman juga sulit dilakukan secara sempurna karena yang terbakar permukaan bawah lahan gambut sehingga api sangat cepat dan mudah menjalar.

"Kesulitan selain lahan gambut, sumber air juga sulit didapat lantaran di kawasan hutan dan di lahan yang terbakar tidak ada parit untuk dijadikan sumber air," kata Kasrem, dikutip Antara.

Selain itu, kata dia, peralatan yang dimiliki juga terbatas sehingga saat malam hari tim pemadam kebakaran sulit membawa peralatan ke tengah hutan di desa yang terbakar itu meski pihaknya juga terus melakukan upaya pemadaman.

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan, untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum setempat  telah dibentuk dua tim terpadu dari pihak Korem 012/TU, BPBD Aceh Barat, RAPI dan masyarakat yang bekerja sama memadamkan api selama 24 jam non stop.

Ia menjelaskan, penyebab kebakaran lahan gambut itu masih belum diketahui, namun pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dan juga pemilik lahan. Meski demikian, pihaknya juga meminta seluruh pihak untuk bersabar selama polisi mengumplukan alat bukti.

Untuk informasi, kebakaran lahan gambut di perbatasan Desa Lapang, Desa Suak Raya dan Desa Leuhan Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang terjadi sejak Selasa (29/1), hingga Rabu (30/1) malam belum teratasi. Kobaran api terpantau justru semakin meluas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Normalisasi tiga setu, Pemkot Depok terima dana hibah Rp25 miliar dari Pemprov DKI Jakarta 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Depok menerima dana hibah Rp25 miliar dari Pemerinta Provinsi DK...
Sungai Cilamaya tercemar, IPAL Komunal bisa jadi solusi 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil...
BPBD Yogyakarta segera tambah alat pemantau kondisi sungai
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta berencana segera...
Kamis pagi, kualitas udara Jakarta terburuk keenam di dunia
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta, Kamis (17/10) pagi menempati peringk...
Waduh...DAS Cilamaya tercemar
Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:55 WIB
Elshinta.com - Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil...
Sekolah diliburkan, Kadiknas: Asap di Palembang membahayakan
Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:49 WIB
Elshinta.com - Melihat kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Palembang dan beberapa kabupat...
Sempat terganggu akibat kabut asap, operasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II kembali normal
Senin, 14 Oktober 2019 - 14:04 WIB
Elshinta.com - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan kembali normal, sete...
BNPB siapkan 10.000 bibit pohon laban yang tahan api
Minggu, 13 Oktober 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 10.000 bibit pohon ...
Pengamat nilai perlu ada kajian mendalam penyebab paus terdampar
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 15:50 WIB
Elshinta.com - Pengamat kelautan dan perikanan dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Cha...
Pengamat sebut paus jarang terjebak dan terdampar
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Pengamat kelautan dan perikanan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Chat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)