Dinkes NTT: Serangan DBD belum masuk kategori KLB
Sabtu, 02 Februari 2019 - 13:14 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto:

Elshinta.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere mengatakan, serangan penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) pada hampir semua daerah di provinsi berbasis kepulauan itu belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Angka kasus DBD masih dalam batas rendah, sehingga pemerintah provinsi belum bisa menetapkan sebagai KLB," kata Dominikus kepada Antara di Kupang, Sabtu (02/02), terkait serangan DBD dan belum ditetapkannya sebagai KLB di NTT.

Berdasarkan hasil laporan, hingga akhir Januari 2019, hampir semua kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu, terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan jumlah kasus 1.317 pasien.

Dari jumlah tersebut, 15 diantaranya dilaporkan meninggal dunia karena tidak bisa tertolong.

"Jadi kalau KLB ditetapkan secara bertingkat. Artinya, ditetapkan sesuai kriteria mempertimbangkan kondisi dan sumber daya yang ada. Ditetapkan dulu oleh pemerintah kabupaten/kota," katanya, dikutip Antara.

Jika DBD meluas sampai di provinsi, maka Gubernur berhak menetapkan KLB di provinsinya, dan jika memang sudah sampai seluruh provinsi dan memberikan dampak secara besar terhadap masyarakat, maka baru bisa ditetapkan KLB secara nasional," katanya.

Data KBL yang dikeluarkan Dinkes Provinsi NTT hingga Jumat (01/02) menunjukkan, jumlah penderita DBD di NTT sudah mencapai 1.317 orang.

Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena dari 22 kabupaten/ kota di NTT, baru sembilan kabupaten dan satu kota saja yang melaporkan dampak dari serangan yang diakibatkan nyamuk aedes aegypty tersebut.

"Masih ada 12 kabupaten yang belum melaporkan dampak dari DBD ini. Dan kalau ada pasti jumlahnya akan bertambah," kata Dominukus.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 17:54 WIB
Elshinta.com - Pihak UPPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar Lawang, Malang, J...
Kamis, 18 April 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Api yang membakar Pasar Lawang, Malang, Jawa Timur, berhasil dipadamkan ole...
Senin, 15 April 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Warga rumah kontrakan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Blimbing, Kota Malang,...
Senin, 15 April 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Tiga puluh serpihan bom berhasil diangkat oleh tim dokter RS Pertamina dari tubu...
Senin, 15 April 2019 - 09:24 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus siaga terhadap kebakaran hutan d...
Jumat, 12 April 2019 - 11:18 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan, ledakan yang terjad...
Jumat, 12 April 2019 - 06:42 WIB
Elshinta.com - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, dua orang yang mening...
Jumat, 12 April 2019 - 06:33 WIB
Elshinta.com - Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Medan Saeful Hadi menegaskan, ledaka...
Jumat, 12 April 2019 - 06:14 WIB
Elshinta.com - Dua orang warga meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di sebuah rumah dan ...
Selasa, 09 April 2019 - 16:13 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait robohnya bangunan c...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)