Tujuh warga Solok Selatan terjangkit DBD
Minggu, 03 Februari 2019 - 11:53 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QzUkLw

Elshinta.com - Sebanyak tujuh warga di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Januari 2019.

"Warga yang menderita penyakit dari gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) di Muaralabuh untuk memperoleh asupan cairan yang cukup untuk mencegah pecahnya pembuluh darah, syok dan dehidrasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, di Padang Aro, Minggu (03/02).

Dia mengatakan, tujuh kasus DBD yang ditemukan itu cepat diketahui sehingga penanganannya tidak terlambat. DBD, katanya, merupakan penyakit yang bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian bila terlambat ditangani.

"Selama 2019 belum ada penderita yang dilaporkan meninggal akibat terserang DBD," ujarnya, dikutip Antara.

Dia menyatakan, permukiman yang terkena DBD berada di Kecamatan Pauh Duo, tepatnya di Pakan Selasa sebanyak empat orang.

Selanjutnya Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu ada dua orang dan satu orang terdapat di nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

Dia mengemukakan, pada 2018 penderita DBD sebanyak 103 orang dan tidak ada yang meninggal.

Untuk kasus warga meninggal akibat DBD pernah terjadi pada 2017 yakni seorang penderita di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Sebagai langkah pencegahan agar DBD tidak merebak di Solok Selatan, pihaknya, sedang intensif memberikan imbauan kepada warga supaya menggalakkan perilaku 3M Plus untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Menurut dia, menghilangkan jentik-jentik nyamuk atau larva itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Jadi, setiap keluarga hendaknya melakukan 3M Plus yaitu, menguras dan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air.

Selanjutnya menggali dan mengubur barang yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

"Perilaku 3M Plus ini akan lebih efektif mencegah perkembangan nyamuk aedes aegypti itu," katanya.

Sedangkan tindakan plusnya kata dia, seperti Menaburkan bubuk larvasida atau yang lebih dikenal dengan bubuk abate.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:34 WIB
Elshinta.com -Plafon lokal kelas 1 SD Negeri Serut 02 Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo run...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com -Tim SAR gabungan dengan komandan tim dari Basarnas Pos SAR Jember melakukan penca...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:41 WIB
Elshinta.com - Kapolsek Rasau Jaya Iptu Aswin Mahawan mengatakan, sebuah kapal motor (KM) ...
Senin, 25 Maret 2019 - 09:21 WIB
Elshinta.com - Kebakaran lahan gambut dan semak belukar terjadi di Kabupaten Mempawah, Kal...
Senin, 25 Maret 2019 - 08:20 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyatakan, luas k...
Minggu, 24 Maret 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Tim Basarnas Surabaya, Jawa Timur menggelar operasi pencarian terkait lapor...
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Pesawat sewa ATR 72-600 milik maskapai Garuda Indonesia mengalami kerusakan...
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Jumlah titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (ka...
Kamis, 21 Maret 2019 - 11:51 WIB
Elshinta.com - Satu orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan salah satu bangunan di ...
Minggu, 17 Maret 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI  dan masyarakat ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)