Polisi dalami kasus pekerja tewas di kabel menara Sutet
Minggu, 03 Februari 2019 - 12:13 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Korban tewas tergantung (penunjuk panah) sebelum dievakuasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MKTN97

Elshinta.com - Kepolisian Resor Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, masih mendalami korban Ahmad Chabib (24) yang tewas tergantung di kabel tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) akibat tersetrum, saat melakukan jumper atau penyambungan instalasi listrik di Jalan Trans Lintas Kalimantan Kilometer 25 Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir kabupaten setempat sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (02/02).

"Saat ini kita masih mendalami kasus tersebut, apakah ada unsur tindak pidana, kelalaian atau lainnya," kata Kapolres Pulang Pisau AKBP Sisiwo Yuwono Bima Putra Mada SIK melalui Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Sugiharso di Pulang Pisau, Minggu (03/02).

Sugiharso mengatakan, identitas korban adalah warga Jalan Umpang Bencak, Desa Pengkok RT 01/RW 4 Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dari keterangan saksi dan pekerja di lapangan, kata Sugiharso, korban Ahmad Chabib awalnya membantu pekerjaan di bawah. Selanjutnya korban berinisiatif membantu untuk mengerjakan jumper di instalasi Sutet. Tidak disangka, di kabel induksi yang dikerjakannya tersebut masih terdapat aliran listrik. Tubuh korban langsung terlempar akibat tersetrum yang bertegangan tinggi tersebut.

Korban meninggal ditempat kejadian dengan posisi tergantung. Selain meminta keterangan dari para saksi, polisi juga sejumlah mengamankan barang bukti baju kaos warna coklat, celana panjang jeans, sepatu, body hornes atau sabuk pengaman, tali pinggang, baut jumper, STNK, dompet, dan uang Rp524 ribu.

"Setelah tersengat listrik dan tewas, korban langsung dievakuasi oleh pekerja lainnya," kata Sugiharso, dikutip Antara.

Status dan standar keamanan yang digunakan korban, juga masih menjadi tanda tanya dari masyarakat setempat. Saat dievakuasi, korban hanya menggunakan kaos oblong dan celana jeans berbeda dengan pekerja lain yang membantu evakuasi dengan menggunakan baju standar. Selain itu, korban juga tidak dilengkapi dengan sarung tangan pada pekerjaan yang memiliki risiko tinggi tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:34 WIB
Elshinta.com -Plafon lokal kelas 1 SD Negeri Serut 02 Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo run...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com -Tim SAR gabungan dengan komandan tim dari Basarnas Pos SAR Jember melakukan penca...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:41 WIB
Elshinta.com - Kapolsek Rasau Jaya Iptu Aswin Mahawan mengatakan, sebuah kapal motor (KM) ...
Senin, 25 Maret 2019 - 09:21 WIB
Elshinta.com - Kebakaran lahan gambut dan semak belukar terjadi di Kabupaten Mempawah, Kal...
Senin, 25 Maret 2019 - 08:20 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyatakan, luas k...
Minggu, 24 Maret 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Tim Basarnas Surabaya, Jawa Timur menggelar operasi pencarian terkait lapor...
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:53 WIB
Elshinta.com - Pesawat sewa ATR 72-600 milik maskapai Garuda Indonesia mengalami kerusakan...
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Jumlah titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (ka...
Kamis, 21 Maret 2019 - 11:51 WIB
Elshinta.com - Satu orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan salah satu bangunan di ...
Minggu, 17 Maret 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI  dan masyarakat ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)