Pemerintah bisa tingkatkan kemandirian energi dengan BBM dari sawit
Minggu, 03 Februari 2019 - 21:45 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Mantan Ketua KPPU dan Ekonom Syarkawi Rauf. Foto: M Rijaldi/Elshinta

Elshinta.com - Mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan juga Ekonom, Syarkawi Rauf mengatakan, pihaknya ingin mendorong pemerintah untuk dapat mewujudkan pencampuran minyak sawit ke Solar sebesar 20 persen (B20) hingga mengkonversi minyak sawit menjadi biodiesel hingga 50 persen (B50) demi mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia.

"Beberapa waktu lalu pemerintah melaunching keinginan untuk mewujudkan B20, saya kira untuk B20 secara perlahan sudah bisa dicapai, tapi kedepan kita ingin mendorong agar pemerintah itu tidak hanya di B20, B30 tapi bisa sampai B50," katanya di Bandung, Minggu (3/2), dilaporkan Kontributor Elshinta M Rijaldi.

Syrakawi menjelasakan, B50 tersebut dapat diartikan bahwa para pengguna kendaraan bermotor dapat menggunakan 50 persen minyak diesel dan 50 persen lagi minyak sawit atau CPO yang dapat mengurangi ketergantungan negara Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) setiap tahunnya.

"B50 dalam pengertian energi kita misalnya khususnya untuk kendaraan bermotor dan sebagainya menggunakan 50 persen minyak diesel dan 50 persen minyak sawit, ini ke depan akan mendorong peningkatan ketahanan energi nasional mengurangi sekaligus ketergantungan kita terhadap impor bahan bakar minyak yang setiap tahun," ungkapnya.

Dia menilai, Pemerintah saat ini sudah berhasil mengurangi hal tersebut dengan cara mengurangi impor BBM dan mengalihkannya ke biosolar dan biodiesel. "Pemerintah Jokowi punya komitmen untuk mengurangi `gap` ini dengan cara mengurangi impor tadi dengan cara sebagian kebutuhan BBM kita dari fosil ke biosolar atau biodiesel itu," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 23 Maret 2019 - 21:18 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian alam dan satwa liar, Pusat Latiha...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan populasi...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 satwa dilindungi jenis unggas dan primata yang berhasil diselam...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sepanjang pesisir pantai di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) dita...
Jumat, 22 Maret 2019 - 21:49 WIB
Elshinta.com - Ratusan aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri bersama masyarakat Mambr...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan dan Direktur Keuangan dan SD...
Kamis, 21 Maret 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 hektare hutan bakau di Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Te...
Kamis, 21 Maret 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menga...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com -Akibat ditutupnya area sampah di TPA Burangkeng Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Bara...
Jumat, 15 Maret 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengizinkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)