Polisi ringkus tiga pelaku pembunuhan anak punk di tanah kosong
Selasa, 05 Februari 2019 - 09:12 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2BkhUqB

Elshinta.com -Tiga orang Anak Punk Gaplek diamankan Tim Polres Tangerang Selatan karena terlibat dalam pembunuhan remaja berinisial MR (16). Korban diketahui merupakan salah satu anggota Anak Punk Ciputat.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, kasus pembunuhan ini terungkap setelah polisi menerima laporan terkait penemuan mayat di tanah kosong di Jalan Raya Gaplek, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, pada 16 Januari 2019. Polisi lalu mengidentifikasi korban dan mengejar pelaku pembunuhan remaja itu.

Polisi kemudian menangkap tiga pelaku pembunuhan, yakni Ikkiusan, Mudiansyah, dan Afri Dandi. Selain itu, polisi masih memburu empat pelaku lain. “Tersangka atas nama Tito (DPO), Yudi (DPO), Agus (DPO), dan Andre (DPO),” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, seperti dikutip NTMCPolri.info.

Ferdy mengatakan pembunuhan MR dipicu oleh pertikaian antara Anak Punk Gaplek dan Anak Punk Ciputat. MR awalnya dibawa oleh para tersangka ke tanah kosong dan dipotong jari kelingking serta daun telinga kirinya oleh Ikkiusan.

Setelah itu, para tersangka memperlihatkan jari kelingking dan daun telinga MR kepada Anak Punk Ciputat. Tersangka Mudiansyah dan Afri Dandi kemudian menusuk punggung sebelah kiri korban hingga meninggal dunia. “Pisau telah dibuang di pinggir pantai di daerah Pantai Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 20 Januari 2019 (pada saat usaha pelarian),” ujar Ferdy.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini berupa satu buah rompi warna merah, kemeja, celana jins, jaket, dan satu unit sepeda motor.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 340 KUHPidana dan/atau Pasal 338 KUHPidana dan/atau Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 17:28 WIB
Elshinta.com - Saeri Haryanto (75), warga Desa Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Keb...
Jumat, 19 April 2019 - 15:22 WIB
Elshinta.com - Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pemukulan Pengawas (PTPS) yang se...
Kamis, 18 April 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Dua orang diduga pemilih siluman atau oknum yang memanfaatkan formulir C6 orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 14:19 WIB
Elshinta.com - Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara menangkap satu orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memberika...
Senin, 15 April 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, Sumatera Utara menggerebek lokasi tr...
Minggu, 14 April 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selata...
Jumat, 12 April 2019 - 11:51 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap tersangka berinisial AP dan AJ yang didug...
Jumat, 12 April 2019 - 07:45 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah berhasil membawa pulang dua tersangka ...
Kamis, 11 April 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, AA Alit Wira Putra, ditangkap poli...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)