Ahli hukum: Laporan PA 212 terhadap Ketum PSI tak bisa ditindaklanjuti
Elshinta
Kamis, 07 Februari 2019 - 18:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ahli hukum: Laporan PA 212 terhadap Ketum PSI tak bisa ditindaklanjuti
PSI. Foto: https://bit.ly/2ShWEfE/Elshinta.

Elshinta.com - Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakir menilai laporan Persatuan Alumni (PA) 212 terhadap Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie tidak bisa ditinjaklanjuti. Alasannya karena sikap PSI menolak poligami merupakan kebebasan berpendapat.

"Kalau itu tidak bisa. setuju atau tidak setuju adalah kebebasan seseorang, entah agama apa pun apakah Islam atau bukan, apakah dia beriman atau tidak itu urusan masing masing," katanya saat dihubungi, Kamis (7/2).

Dia menjelaskan, sikap menolak poligami tidak bisa diartikan melakukan penodaan terhadap ajaran agama tertentu. Sebab setiap orang berhak memiliki pandangan masing-masing mengenai poligami.

"Saya kira itu bagian dari kebebasan. Orang tidak bisa dikatakan sebagai penghinaan itu bagian dari kebebasan orang orang untuk memilih atau kebasan untuk berpendapat," jelasnya dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (7/2).

Mudzakir mengatakan, sebaiknya laporan PA 212 tidak perlu ditindaklanjuti. Terkecuali jika Grace menggunakan kata-kata yang meremehkan konsep poligami menurut ajaran agama tertentu.

"Saran saya itu bagian dari hak seseorang enggak usah diproses secara hukum. Konteks harus jelas, kalau mencaci maki poligami bisa juga masuk. Harus dilihat konteks," tutupnya.

Sebelumnya, Grace dilaporkan karena diduga memberikan pernyataan yang menentang syariat Islam dengan melarang kadernya berpoligami. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Imigrasi kembangkan QR code
Rabu, 26 Juni 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tengah...
Batam tuan rumah kontes Miss Tourism Worldwide 2019
Rabu, 26 Juni 2019 - 17:36 WIB
Elshinta.com - Batam Kepulauan Riau ditetapkan sebagai tuan rumah kontes kecantikan intern...
KSAL: 29 negara ikut konferensi pasukan bersenjata modern
Rabu, 26 Juni 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Siwi Sukma Adji mengatakan s...
Polres Jayapura raih tiga juara dalam HUT Bhayangkara ke-73 Polda Papua
Rabu, 26 Juni 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Polres Jayapura meraih tiga gelar juara dalam lomba Bhabinkamtibmas Teladan...
Medco E&P Indonesia dan Pertamina EP giat lakukan ekslorasi di Sumsel
Rabu, 26 Juni 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Ketersediaan energi nasional, khususnya dari minyak dan gas bumi (migas) ak...
Penjagaan perdamaian dunia jadi unggulan diplomasi Indonesia
Rabu, 26 Juni 2019 - 15:59 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan upaya penjagaan perdamaian o...
BNN: 74 narkoba jenis baru beredar di Indonesia
Rabu, 26 Juni 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko menyebut terdapat 803 NP...
Presiden nilai Indonesia-Argentina berpotensi tingkatkan kerja sama
Rabu, 26 Juni 2019 - 14:35 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia dan Argentina memiliki potensi me...
Wapres JK: Berantas narkoba sejak dini
Rabu, 26 Juni 2019 - 13:48 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan narkoba berpotensi memiliki pasar kon...
Luhut sebut pelabuhan terintegrasi tekan biaya logistik hingga 45 persen
Rabu, 26 Juni 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kon...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Elshinta_smg