AS hentikan bantuan militer untuk Kamerun terkait pelanggaran HAM
Jumat, 08 Februari 2019 - 08:59 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2I1bFhj

Elshinta.com - Amerika Serikat, Rabu (6/2), mengatakan pihaknya membekukan beberapa bantuan militer bagi Kamerun atas dugaan pelanggaran parah terhadap hak asasi manusia (HAM) oleh pasukan keamanan di wilayah barat laut, barat daya, dan ujung utara negara itu.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan AS telah menghentikan program pelatihan pesawat C-130, menghentikan pengiriman empat kapal penjaga pantai kelas Defender, sembilan kendaraan lapis baja dan pembaruan sebuah pesawat Cessna bagi batalion reaksi cepat Kamerun.

Lebih lanjut, AS juga membatalkan tawarannya bagi Kamerun untuk ambil bagian dalam kerja sama militer Program Kemitraan Negara, kata pejabat itu. "Kami tidak meremehkan langkah-langkah ini, tapi kami akan mengurangi bantuan lebih jauh bila dibutuhkan," kata pejabat itu. "Untuk sementara, program lainnya akan berlanjut."

Kamerun menjalin kerja sama erat dengan AS dalam memerangi gerilyawan Boko Haram di Afrika Barat dan Tengah. Namun, sejumlah organisasi HAM menuduh otoritas menggunakan dalih untuk menumpas Boko Haram sebagai upaya untuk menyingkirkan lawan politik, dan melakukan penangkapan sewenang-wenang serta penyiksaan.

Pada Januari, otoritas menangkap pemimpin oposisi Maurice Kamto dengan tuduhan menggerakkan pembangkang untuk menentang Presiden Paul Biya, yang telah memerintah negara itu sejak 1982. Oposisi dan sejumlah organisasi HAM menuduh Biya melakukan penumpasan terhadap para separatis yang berupaya mengakhiri kekuasaan Biya di wilayah Barat Daya, yang para penduduknya berbahasa Inggris.

Puluhan ribu orang mengungsi di Nigeria dan negara tetangganya, Chad, Niger dan Kamerun saat Boko Haram memulai aksinya di wilayah timur laut Nigeria. "Kami menekankan bahwa sudah menjadi kepentingan Kamerun untuk menunjukkan transparansi yang lebih besar dalam penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran parah hak asasi manusia oleh pasukan kemanan," kata pejabat Departemen Luar Negeri tersebut, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 16 April 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Kebakaran yang meluluhlantakkan Katedral Notre-Dame di Paris pada Senin mem...
Sabtu, 13 April 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Kepala Kepolisian Bloomington, Jeff Potts mengungkapkan pihaknya berhasil m...
Senin, 08 April 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Kirstjen Nielsen, yang d...
Senin, 08 April 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - American Airlines mengatakan akan memperpanjang pembatalan 90 penerbangan s...
Sabtu, 06 April 2019 - 08:13 WIB
Elshinta.com -Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Federal Reserve (Fed) harus menurunkan ...
Kamis, 04 April 2019 - 10:48 WIB
Elshinta.com - Pemimpin oposisi Brazil di Senat, Rondolfo Rodriguez, telah menolak kunjung...
Kamis, 28 Maret 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Dua orang tewas dan dua lagi mengalami luka serius akibat seorang pria mela...
Rabu, 27 Maret 2019 - 13:36 WIB
Elshinta.com - Mantan juara Ultimate Fighting Championship (UFC) Conor McGregor sedang dal...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com -Arab Saudi mencela pengakuan Presiden AS Donald Trump atas pencaplokan pada 1981 ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Federal Reserve (The Fed) Philadelphia, Patrick Harker, pada Senin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)