Kemristekdikti: Mahasiswa wajib miliki literasi baru
Minggu, 10 Februari 2019 - 11:27 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2TFbAkF

Elshinta.com -Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada Kemenristekdikti Prof Ismunandar mengatakan, saat ini mahasiswa dituntut memiliki literasi baru dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 di Indonesia.

"Ini sangat penting bagi mahasiswa harus melek literasi baru supaya bisa bersaing," kata Prof Ismunandar di hadapan sekitar seribuan mahasiswa Universitas Jambi penerima beasiswa Bidikmisi angkatan 2017 di Balairung Unja Mendalo Muarojambi Provinsi Jambi, Minggu (10/2).

Literasi baru yang harus dipahami dan dimiliki mahasiswa era sekarang ini kata dia, adalah seperti literasi data, literasi teknologi, literasi humanitas dan harus dibarengi dengan pembelajaran sepanjang hayat.

"Jadi di era globalisasi sekarang ini mahasiswa semua jurusan bagaimana harus menyiapkan diri untuk lebih kreatif dan inovatif dengan literasi baru itu," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, ke depan dengan memasuki era teknologi itu beberapa jenis pekerjaan sudah mulai dikendalikan oleh sistem teknologi. "Sekarang tidak hanya cukup literasi bacaan saja, tapi harus ada literasi baru supaya tidak kalah saing," katanya.

Ia mencontohkan startup di Indonesia yang dimotori oleh anak-anak muda seperti Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka dengan memanfaatkan teknologi dan saat ini telah menjadi `unicorn` dengan nilai kapital di atas 100 miliar dollar AS.

"Di Indonesia ada empat startup yang menjadi unicorn, dan itu anak-anak muda semua yang menggerakkan," katanya.

Kemudian ke depan banyak jenis pekerjaan yang mulai memanfaatkan sistem teknologi seperti keahlian analisis data dan bahkan menggunakan sistem robotik.

Sebab itu negara juga hadir dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. "Negara sangat memprioritaskan program ini (Bidikmisi) untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com -Sering terjadinya hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Kudus, membu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:21 WIB
Elshinta.com -Anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memborong medali Jambore Nusantara Antarba...
Selasa, 26 Maret 2019 - 20:14 WIB
Elshinta.com -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku pelaksanaa...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com -Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kota Depok Bawono Ika Sutomo memasilitasi warga bina...
Selasa, 26 Maret 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Terkait pencabutan Permenristekdikti no. 12 tahun 2016 tentang uji kompeten...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (26/3) memasuki hari ke-dua pelaksanaan Ujian Nasional Ber...
Senin, 25 Maret 2019 - 21:44 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 32.102 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Bali, mengikut...
Senin, 25 Maret 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Semakin mendekati pelaksanaan pemilihan umum legislatif, presiden dan wakil pres...
Senin, 25 Maret 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengharapkan seluruh peserta ...
Senin, 25 Maret 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan agar pemerintah memberikan respons cepat m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)