Fahri soroti kebebasan berpikir dibatasi UU ITE
Minggu, 10 Februari 2019 - 18:29 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menghadiri deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) chapter Gorontalo, di Gorontalo, Minggu (10/2). Sumber foto: https://bit.ly/2X2eh22

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyoroti adanya fenomena kebebasan berpikir dan berbicara yang dibatasi melalui pasal-pasal pemidanaan dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"UU ITE dipakai pemerintah dan digandrungi aparat yang membuat aspirasi masyarakat dihentikan," kata Fahri dalam deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) chapter Gorontalo, di Gorontalo, Minggu (10/2).

Dia menyarankan agar aparat Kepolisian kembali kepada KUHP sehingga tidak pemidanaan kalau tidak diatur dalam KUHP. Menurut dia, kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan yaitu orang menyampaikan kritik atas sebuah persoalan lalu dipidana dengan pasal di UU ITE. "Aparat jangan gandrung menggunakan pasal tersebut apalagi digunakan untuk saling melaporkan demi kepentingan penguasa," ujarnya.

Fahri mencontohkan pernyataan musisi Ahmad Dhani yang menulis pendapatnya di media sosial bahwa pendukung penista agama layak diludahi mukanya, lalu ditangkap dan dijatuhi hukuman atas pernyataannya tersebut. Menurut dia, pernyataan Dhani tersebut sama artinya pendukung kriminalitas layak diludahi mukanya seperti pendukung begal, pendukung teroris, dan pendukung pemerkosa. "Seolah-olah hukum diinterpretasi sepihak untuk kepentingan penguasa, tidak boleh seperti itu," katanya, dikutip Antara.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia mengalami zaman kebangkitan untuk menentang penjajahan kolonial karena kegelisahan pemikiran lalu muncul gerakan perlawanan. Karena itu dia menilai Garbi lahir dari kegelisahan kolektif untuk mengembalikan tradisi kebebasan berpikir dan berpendapat yang ada di Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 20:51 WIB
Elshinta.com - Sebanyak tiga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal d...
Sabtu, 20 April 2019 - 20:27 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan p...
Sabtu, 20 April 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan, 12 orang petugas K...
Sabtu, 20 April 2019 - 18:32 WIB
Elshinta.com - Dian Astriani (4 bulan) bayi yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri d...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Sejumlah kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) menyisihkan honornya untu...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Cirebon Kota, Jawa Barat menerjunkan tim Urusan kesehatan (Urke...
Sabtu, 20 April 2019 - 16:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga 19 April ...
Sabtu, 20 April 2019 - 15:26 WIB
Elshinta.com - Sekitar dua ribu warga Purwakarta menggelar syukuran kemenangan pasangan Jo...
Sabtu, 20 April 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Memasuki libur panjang di akhir pekan, jalur wisata menuju Lembang Kabupate...
Sabtu, 20 April 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tjahj...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)