BBM Satu Harga akan menjadi `bola panas` di debat capres
Elshinta
Senin, 11 Februari 2019 - 16:22 WIB |
BBM Satu Harga akan menjadi `bola panas` di debat capres
Ilustrasi. Sumber foto: https://img.antaranews.com/cache/730x487/2019/02/08/thumbnail.jpg

Elshinta.com - Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menilai kebijakan Presiden Joko Widodo terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga akan menjadi `bola panas` sekaligus salah satu penentu keunggulan elektabilitas dalam debat calon presiden tahap dua yang akan digelar pada Minggu (17/2).

Gus Irawan di Jakarta, Senin (11/2) mengatakan, calon petahana Joko Widodo-Ma'aruf Amin pasti akan memamerkan kebijakan BBM satu harga sebagai keberhasilan pemerintahan di bidang energi saat ini.

Padahal, kata Gus, argumentasi mengenai keberhasilan kebijakan BBM satu harga itu akan dengan mudah dipatahkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. "Kebijakan BBM satu harga belum efektif dirasakan di seluruh masyarakat. Kebijakan satu harga itu lebih di tingkat penyalur, tapi tidak di tingkat pengecer di daerah-daerah tetap naik signifikan," ucapnya, seperti dikutip dari Antara.

Pemerintah, kata Gus, perlu lebih rinci menjelaskan keadaan dan hasil sebenarnya dari pelaksanaan kebijakan BBM satu harga tersebut. Hal itu terkait jumlah lembaga penyalur BBM satu harga yang sangat tidak memadai.

Saat ini menurut Gus, jumah lembaga penyalur BBM satu harga baru sekitar 130 unit. Jumlah itu, sangat tidak memadai dibandingkan dengan 17 ribu pulau yang tersebar di seluruh Indonesia. "Misalnya lembaga penyalur BBM satu harga dibangun di Sorong, Papua Barat. Oke di Sorong, satu harga. Tapi ketika dibawa ke daerah-daerah pelosok di Papua lainnya oleh pengecer dan dijual ke masyarakat? Apakah tetap satu harga? siapa yang bisa mengontrol? Harganya bisa meningkat," ujarnya.

Jadi, lanjutnya, kebijakan BBM satu harga tersebut baru terjadi di tingkat penyalur. Pasalnya, di tingkat pengecer, terutama di berbagai daerah di luar kota besar, harga BBM tetap meningkat jauh dibanding harga yang ditetapkan. "Kalau satu harga di tingkat penyalur itu sudah terjadi sejak lama," ujar dia.

Gus kemudian mencontohkan di daerah pemilihannya, yakni Labuhanbatu Selatan, Pinang, Sumatera Utara, yang notabenenya masih daerah perkotaan, harga BBM di tingkat pengecer jauh dari harga di tingkat penyalur yakni mencapai Rp10-11 ribu untuk premium per liternya. Sedangkan di tingkat penyalur harga premium per liternya di kisaran Rp6.000. "Itu saya temui saat saya reses. Di daerah Labuhanbatu Selatan di dapil saya, di tingkat pengecer Rp10-11 ribu premium, padahal itu di daerah kota," ujar Politisi dari Partai Gerindra itu.

Gus mengatakan kebijakan BBM ini akan menjadi sorotan masyarakat Indonesia pada debat calon presiden Minggu (17/2) nanti, karena BBM adalah masalah yang sangat sensitif bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Terobosan kebijakan untuk pengendalian harga BBM untuk periode pemerintahan 2019-2024 pun sangat dinantikan masyarakat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
OJK dan IFC sepakat lanjutkan pengembangan program keuangan berkelanjutan
Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:28 WIB
Elshinta.com - OJK dan International Finance Corporation (IFC) berkomitmen untuk melanjutkan ke...
BI: Inklusi keuangan tingkatkan daya tahan terjadinya krisis
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 20:39 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko me...
Ini kata APINDO tentang kenaikan UMP 2020
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan Upah Minimum Pro...
Triawan Munaf: Kinerja Bekraf dinilai excellent
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Dengan adanya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (...
Pengamat: Jokowi harus cermat memilih Menteri Ekonomi
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 14:40 WIB
Elshinta.com - Pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI di periode keduanya dilakukan Min...
Teken order Rp3 M, produk mitra binaan Pertamina makin moncer
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 12:15 WIB
Elshinta.com - Ragam sumber pangan dan kekayaan rempah Indonesia telah dikenal di masyarak...
Harga minyak turun di tengah kekhawatiran permintaan global
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:49 WIB
Elshinta.com - Harga minyak lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), ka...
Wall Street ditutup turun di tengah berita perusahaan yang beragam
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada penutupan perdagangan...
Menkominfo sebut aturan IMEI berpotensi tambah kas negara Rp2 triliun
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut aturan registrasi nomor Intern...
Rupiah akhir pekan diperkirakan akan menguat
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:15 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV