Demam berdarah menyerang puluhan warga Palangka Raya
Senin, 11 Februari 2019 - 18:22 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QzUkLw

Elshinta.com - Sedikitnya 34 warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah dilaporkan terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama awal 2019.

"Di Kota Palangka Rayai pada awal tahun 2019 telah dilaporkan sebanyak 34 kasus dan telah dilakukan `fogging focus` sebanyak 18 lokasi," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, Senin (11/2).

Dia menjelaskan nyamuk aedes aegypti yang menularkan penyakit DBD disebut nyamuk infektif, artinya nyamuk yang mengandung virus dengue yang dapat diketahui jika ditemukan kasus DBD lain. Ia mengatakan, jika ditemukan jentik nyamuk juga, artinya penularan terjadi di tempat tersebut sehingga nyamuk dewasanya dibasmi melalui fogging dan disertai PSN untuk memberantas jentiknya.

Namun, kata dia, jika hanya ditemukan penderita lain dan tidak ditemukan jentik nyamuk, berarti kemungkinan pasien tergigit di tempat lain. Karena itu, katanya, diperlukan penyuluhan agar waspada terhadap memburuknya pasien. "Jika ditemukan jentik saja dan tidak ada penderita lain, berarti di tempat tersebut tidak ada nyamuk infektif, kemungkinan pasien terkena di tempat lain, dan diperlukan abatisasi dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) karena nyamuk bisa menggigit pasien dan menularkannya ke orang lain," katanya.

Untuk itu, pihak Dinas Kesehtan Kota Palangka Raya meminta masyarakat di kota setepat mengedepankan upaya pencegahan dari pada meminta dilakukan pengasapan atau fogging. Dalam jangka panjang pengasapan yang dilakukan secara terus menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan, karena menurut dia, polusi udara karena penggunaan insektisida sehingga udara terkontaminasi dengan racun, sehingga akan sangat berbahaya untuk pernafasan terutama bagi bayi, balita, lansia dan ibu hamil.

"Upaya pencegahan yang paling efektif, murah dan mudah adalah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3 M serta menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penapungan air yang sulit dikuras," katanya, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 20:51 WIB
Elshinta.com - Sebanyak tiga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal d...
Sabtu, 20 April 2019 - 20:27 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan p...
Sabtu, 20 April 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan, 12 orang petugas K...
Sabtu, 20 April 2019 - 18:32 WIB
Elshinta.com - Dian Astriani (4 bulan) bayi yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri d...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Sejumlah kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) menyisihkan honornya untu...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Cirebon Kota, Jawa Barat menerjunkan tim Urusan kesehatan (Urke...
Sabtu, 20 April 2019 - 16:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga 19 April ...
Sabtu, 20 April 2019 - 15:26 WIB
Elshinta.com - Sekitar dua ribu warga Purwakarta menggelar syukuran kemenangan pasangan Jo...
Sabtu, 20 April 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Memasuki libur panjang di akhir pekan, jalur wisata menuju Lembang Kabupate...
Sabtu, 20 April 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang mewakili Menteri Dalam Negeri Tjahj...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)