Polisi: Sespri Gubernur Papua minta atur ulang jadwal pemeriksaan
Elshinta
Senin, 11 Februari 2019 - 18:34 WIB |
Polisi: Sespri Gubernur Papua minta atur ulang jadwal pemeriksaan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Sumber foto: https://bit.ly/2BvcvwW

Elshinta.com - Polda Metro Jaya menjelaskan batalnya sekretaris pribadi (Sespri) Gubernur Papua, Elpius, pada hari ini terkait kasus penganiayaan petugas KPK di Hotel Borobudur beberapa waktu lalu, karena yang bersangkutan meminta pengaturan ulang jadwal pemeriksaannya.

"Untuk hari ini, rencananya kami akan meminta keterangan dari ajudan gubernur papua. Tapi karena yang bersangkutan sudah ke papua, minta atur ulang jadwal untuk ditunda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2).

Selain pemeriksaan sespri Gubernur Papua, agenda pemeriksaan dokter yang menangani korban penganiayaan, lanjut Argo, juga diatur ulang dari rencana Senin ini, menjadi Selasa besok. Kemudian penyidik juga sudah melayangkan surat panggilan pada Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen yang rencananya akan diminta keterangan pada hari Kamis. "Kita tungu saja mudah-mudahan yang bersangkutan hadir dan kami bisa segera cepat untuk menyelesaikan kasus ini," kata Argo.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Pemprov Papua Roy Rening di Polda Metro Jaya, menyampaikan Sespri Papua tidak bisa hadir dalam pemeriksaan karena harus mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe. Selain itu, Roy juga meminta agar penyidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap dua orang anggota KPK itu dilakukan di Jayapura. Alasannya saksi yang mendampingi gubernur saat kejadian ada 20 orang.

"Mereka adalah pejabat, anggota DPR, kepala dinas, sekda dan lain sebagainya. oleh karena itu tadi kita mengusulkan tapi belum dijawab karena akan dikooridnasikan oleh pimpinan," ucapnya.

Dikutip Antara, untuk teknis pemeriksaan, kata Argo, hal tersebut diserahkan pada penyidik yang lebih memahami dan mengetahui. "Semuanya kan tergantung di penyidik. Penyidik lebih paham, lebih mengetahui seperti apa teknisnya. Kami kembalikan ke penyidik apakah nanti dari penyidik kami ke Papua, atau pun nanti dari Polda Papua akan kami minta bantuan pemeriksaan," ujar Argo.

Hingga saat ini, tutur Argo, pihaknya sudah memeriksa 10 saksi yang mengetahui, melihat dan mendengar kejadian di sana, baik itu korban dan saksi, mulai dari pegawai Borobudur hingga dokter yang menangani visum korban. Kasus ini sendiri, tambah Argo, sudah dinaikan ke tingkat penyidikan yang artinya memang ada penganiayaan itu yang terjadi sebelum diketahui para korban merupakan anggota KPK.

"Polisi bekerja secara profesional dan berdasarkan fakta-fakta gak cuma visum aja. Saksi-saksi dan lain-lain. Ini sudah dinaikan menjadi penyidikan bagaimana dibilang tidak terpenuhi secara fakta?," tutur Argo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Geledah rumah Eggi Sudjana, polisi sita ponsel
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com - Anggota Polda Metro Jaya menggeledah rumah politikus PAN Eggi Sudjana usai ...
Kasus Dzulmi Eldin, KPK geledah kantor Dinas PU Medan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan penggeledahan di kantor Wali Kota Medan, Jumat (18/10), K...
Ditahan KPK, Dirut PT INTI sebut perjuangan untuk menghidupkan perusahaan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:57 WIB
Elshinta.com - Ditahan KPK, Dirut PT INTI sebut perjuangan untuk menghidupkan perusahaan. ...
Sempat melarikan diri, KPK periksa staf Wali Kota Medan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 21:30 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa staf honorer Subbagian Protoko...
Polisi tetapkan motivator tampar 10 siswa SMK sebagai tersangka
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:43 WIB
Elshinta.com - Polisi menetapkan status tersangka kepada Agus Piranhamas, seorang motivator yang men...
Dapat endorse, KPK imbau Mulan Jameela perhatikan pelaporan gratifikasi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fr...
Ganjar sebut kasus guru-pelajar kibarkan bendera HTI masih didalami
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan kasus guru dan pelajar di SMK Negeri 2...
KPK belum terima dokumen UU revisi KPK
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
KSP pastikan Presiden cek perkembangan kasus Novel Baswedan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan Presiden Joko Widodo akan mengecek...
Dua saksi kasus suap kepala LP Sukamiskin dipanggil KPK
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - KPK memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap pemberian fasilitas ata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV