PSI khawatirkan kaum intoleran rusak ketenangan Yogyakarta
Elshinta
Selasa, 12 Februari 2019 - 13:58 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
PSI khawatirkan kaum intoleran rusak ketenangan Yogyakarta
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Foto: Redaksi

Elshinta.com -Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya kelompok intoleran yang mencoba merusak ketenangan Kota Yogyakarta.

Dalam pidato politik berjudul “Musuh Utama Persatuan Indonesia”, Grace menjelaskan bahwa Yogyakarta, kota yang digambarkan sebagai kota yang menyimpan identitas Indonesia dalam bentuk kesenian, tradisi dan kuliner Nusantara, kini sudah mulai terancam oleh kaum intoleran.

Demikian disampaikan Grace di Festival 11 Yogyakarta yang bertempat di Grha Pradipta Jogja Expo Center pada Senin, (11/2). Acara dihadiri oleh sekitar 2.000 hadiri yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI.

Grace memaparkan beberapa kejadian intoleransi yang belakangan ini terjadi di Yogyakarta. "Pertengahan Desember lalu, sebuah nisan kayu salib dipotong di Kotagede, Yogyakarta, dan prosesi doa kematian gagal dilakukan karena mendapat penolakan massa," kata mantan presenter TV berita tersebut, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Kejadian itu telah menandakan bahwa intoleransi tidak hanya mengancam kita yang masih hidup, bahkan yang sudah matipun juga menjadi sasaran. 

Grace menyampaikan PSI sesuai dengan perjuangan pokoknya yaitu melawan intoleransi akan memprioritaskan masalah ini. PSI akan menjadi sayap politik kaum nasionalis, kaum moderat, yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sudah tak nyaman, politikus sarankan Gedung DPR RI direnovasi
Senin, 24 Februari 2020 - 17:47 WIB
Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mengatakan gedung DPR RI harus direnovasi mengingat keamanan yang suda...
Mahfud MD sebut politik uang masih terjadi dalam pilkada
Senin, 24 Februari 2020 - 14:27 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebutkan, prak...
Pilkada 2020, PDI-P bentuk Satgas Anti Hoaks
Minggu, 23 Februari 2020 - 14:13 WIB
PDI-P Sumatera Barat (Sumbar) akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti hoaks pada pelaksanaa...
KPU sebut 160 pasangan calon berpotensi maju lewat jalur perseorangan
Jumat, 21 Februari 2020 - 20:11 WIB
Komisi Pemilihan Umum menyebutkan 160 bakal pasangan calon bupati dan wali kota berpotensi maju pada...
Adian Napitupulu memprakarsai perdamaian dengan berpelukan
Jumat, 21 Februari 2020 - 16:35 WIB
Langkah Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu mengajak Ali Mochtar Ngabalin dan Sekjen MUI, Yudi...
Komite Penyelamat TVRI minta KASN turun tangan hentikan proses seleksi Dirut PAW
Jumat, 21 Februari 2020 - 14:06 WIB
Komite Penyelamatan TVRI meminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menghentikan proses selek...
Anggota Komisi VI minta RUU Omnibus Law dibahas lewat Baleg 
Kamis, 20 Februari 2020 - 11:08 WIB
Anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin meminta agar pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dibahas melalu...
Pemilu telah usai, Bawaslu tetap komitmen beri edukasi politik kepada masyarakat
Kamis, 20 Februari 2020 - 07:16 WIB
Meski masa Pilkada dan Pemilu 2019 di Kabupaten Magelang telah usai, namun Badan Pengawas Pemilu (Ba...
Sekjen PDI-P serahkan Harun Masiku ke hukum
Kamis, 20 Februari 2020 - 06:08 WIB
Sudah lebih satu bulan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku tak diketahui jejakny...
Megawati Soekarnoputri jengkel kader yang terpaksa
Rabu, 19 Februari 2020 - 21:47 WIB
Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri merasa kecewa terkait kader yang tidak memiliki kemamp...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)