Jusuf Kalla sebut kebocoran anggaran hanya 2,5 persen
Selasa, 12 Februari 2019 - 19:42 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2IUB9Iq

Elshinta.com -Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengakui kebocoran APBN 2018 memang terjadi, namun angkanya berkisar sekitar 2,5 persen dari total anggaran senilai Rp2.200 triliun. 

"Bukan 25 persen, hanya 2,5 persen dari anggaran. Jadi tidak 25 persen dari total APBN, hanya 2 sampai 2,5 persen dari APBN. (Kebocoran) Itu bahaya juga ya, jangan (diasumsikan) saya bilang kecil, tapi bahaya juga itu," kata dia, di Jakarta, Selasa (12/2). 

Ia menjelaskan, anggaran yang berpotensi untuk bocor atau dikorupsi adalah pos untuk belanja modal dan belanja barang yang senilai sekitar Rp500 triliun hingga Rp600 triliun.

Sedangkan pos anggaran untuk belanja pegawai dan operasional, seperti gaji pegawai negeri sipil, subsidi, anggaran untuk bayar utang, untuk bayar bunga utang dan bantuan sosial, tidak bisa dikorupsi, katanya.

"Yang bisa dikorupsi atau bocor itu hanya belanja modal dan belanja barang, yang dari APBN kita itu kurang lebih Rp500 triliun lebih. Jadi yang bisa dikorupsi cuma ini, proyek, belanja barang, beli pesawat," katanya, seperti dikutip Antara.

Berdasarkan data penanggulangan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wapres JK menjelaskan rata-rata dana yang dikorupsi berkisar antara tujuh hingga 12 persen dari anggaran proyek pemerintah.

"Jadi kalau katakanlah Rp550 triliun itu belanja barang dan belanja modal, itu maksimum yang bisa diambil kalau 10 persen itu Rp50 triliun. Memang jelek, salah, tapi tidak Rp500 triliun. Jadi salah penafsirannya," jelasnya.

Namun demikian, upaya pemerintah untuk menindak tegas pelaku korupsi terus dilakukan yang dibuktikan dengan banyaknya pejabat negara dan pejabat daerah ditangkap KPK. "Akibatnya kan ada 500-an orang ada di Sukamiskin, semuanya itu karena 'bocor' itu tadi. Jadi pemerintah keras sekali, tidak memberikan toleransi," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 15:41 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengajak Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Tohir...
Sabtu, 20 April 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, tidak...
Jumat, 19 April 2019 - 18:26 WIB
Elshinta.com - Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam pernyataan yang disampaikan ...
Jumat, 19 April 2019 - 17:11 WIB
Elshinta.com - Petugas pengamanan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dibantu Banser Pemud...
Kamis, 18 April 2019 - 13:41 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) d...
Kamis, 18 April 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafru...
Kamis, 18 April 2019 - 13:29 WIB
Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI dan Polri akan menjaga...
Kamis, 18 April 2019 - 12:59 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Kamis, 18 April 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah ...
Senin, 15 April 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyatakan, hingga saat in...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)