Kemendikbud tingkatkan kompetensi guru SMK
Selasa, 12 Februari 2019 - 20:31 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2E5pNCi

Elshinta.com -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meningkatkan kompetensi para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), antara lain melalui kerja sama dengan kalangan industri.

"Kami terus meningkatkan kompetensi guru SMK, salah satunya dengan bekerja sama dengan industri," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano di sela-sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2), seperti dikutip Antara.

Pihaknya bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk mewujudkan program itu, di antaranya dengan Astra.

Melalui kerja sama dengan industri, kata dia, maka kompetensi pada guru SMK akan mengalami peningkatan sehingga para lulusan SMK diharapkan terserap dunia industri.

Salah satu solusi guru produktif tersebut, kata dia, dengan melakukan perekrutan untuk guru SMK. Untuk guru lainnya, Supriano mengakui adanya kekurangan jumlah tenaga guru.

Adapun jumlah guru di seluruh Indonesia 3,01 juta orang, sedangkan di sekolah negeri terdapat 2,1 juta guru, dan 735.825 guru berstatus honorer.

Dalam arahan saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, Presiden Joko Widodo meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk terus meningkatkan pendidikan vokasi. Jokowi juga meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memperbanyak jumlah guru produktif dibandingkan dengan guru normatif.

Menurut Jokowi, saat ini persentase jumlah guru terampil baru sekitar 35 persen dibandingkan dengan guru normatif yang sekitar 65 persen.

Jokowi juga menekankan tentang pentingnya penambahan jumlah guru terampil yang harus dilakukan agar sejalan dengan fokus pembangunan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 15 April 2019 - 22:13 WIB
Elshinta.com - Sekolah jangan bangga dengan tingkat kelulusan para siswanya namun sekolah harus...
Senin, 15 April 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Nufil Hanani menyatakan, seb...
Senin, 15 April 2019 - 08:14 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 377 pelajar SMA dan sederajat di Kalimantan Barat mengikuti Ujian ...
Sabtu, 13 April 2019 - 20:39 WIB
Elshinta.com - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera barat (Sumbar) Ganefri hari ini ...
Sabtu, 13 April 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasi...
Kamis, 11 April 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Derasnya informasi hoax di sejumlah media sosial saat ini cukup mengkhawatirkan ...
Kamis, 11 April 2019 - 08:42 WIB
Elshinta.com - Direktur Pembinaan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementer...
Rabu, 10 April 2019 - 13:44 WIB
Elshinta.com - Video pertengkaran dengan durasi 27 detik antara guru dan murid di Bojonegoro, J...
Selasa, 09 April 2019 - 07:56 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo memint...
Senin, 08 April 2019 - 21:53 WIB
Elshinta.com - Pancasila harus menjadi landasan epistemologi  pendidikan hal ini sangat pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)