Wapres: Kenaikan tiket pesawat akibat persaingan tidak sehat
Selasa, 12 Februari 2019 - 20:46 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2spwhVV

Elshinta.com -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kenaikan tarif tiket pesawat disebabkan oleh adanya persaingan yang tidak sehat antar maskapai yang sebelumnya berlomba menjual tiket penerbangan dengan harga murah.

"Jadi kalau kita tekan terlalu murah tiketnya, juga bagus untuk jangka pendek. Tapi jangka panjangnya, mereka tidak bisa beli pesawat baru, akhirnya kita yang kena juga," kata JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (12/2).

JK menjelaskan menjual tiket penerbangan komersial dengan harga murah memang menguntungkan dengan mendapat banyak peminat penumpang, namun keuntungan itu hanya berlaku dalam jangka pendek.

Wapres memberikan contoh sejumlah maskapai berbiaya murah yang akhirnya menutup perusahaan karena tidak lagi mampu membayar biaya operasional. "Mengelola 'airlines' itu tidak mudah, apalagi kalau mau ditarik murah. Sudah berapa 'airlines' yang tutup? Ada Batavia dulu, ada Adam Air, ada Merpati, ada Mandala, ada Sempati; semua itu kan tutup, bangkrut," tambahnya, seperti dikutip Antara.

Dengan adanya persaingan tidak sehat tersebut akibatnya industri transportasi udara di Indonesia didominasi antara lain oleh dua perusahaan besar, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) dan PT Lion Mentari Airlines.

JK pun mengatakan dominasi tersebut juga salah satunya disebabkan oleh matinya maskapai yang menjual harga tiket pesawat murah. "Menurut saya bukan kartel, karena mereka terlalu murah akhirnya yang lain mati. Jadi bukan karena didesain, tapi karena mereka mencoba-coba masuk 'airlines' dengan tarif murah, ya mati," katanya.

Oleh karena itu untuk menghindari kepanikan masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga tiket pesawat, Wapres meminta seluruh perusahaan penerbangan untuk duduk bersama dan menentukan biaya tetap operasional.

"Saya kira, walaupun mereka (maskapai, red.) bersaing, mereka juga harus tetap menghitung biaya tetapnya, ada harga pokok daripada BBM itu. Karena 35 persen dari ongkos pesawat itu avtur kan," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 07:42 WIB
Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengucapkan belasungkaw...
Selasa, 23 April 2019 - 07:31 WIB
Elshinta.com - Bersamaan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada Senin, 22 April 2019,...
Selasa, 23 April 2019 - 06:37 WIB
Elshinta.com - Petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Desa Belambangan, Kecamatan Pengan...
Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menjenguk Aiptu Martin Semb...
Senin, 22 April 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau seluruh...
Senin, 22 April 2019 - 17:32 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, moda darat dan ...
Senin, 22 April 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta seluruh pemangku kep...
Senin, 22 April 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menunggu hasil investigasi di lapan...
Senin, 22 April 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar rapat koordinasi kesiapan angk...
Senin, 22 April 2019 - 13:35 WIB
Elshinta.com - Ratusan perawat RSUD Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)