Sleman targetkan dapat temukan 1.800 kasus TB
Elshinta
Rabu, 13 Maret 2019 - 09:13 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Sleman targetkan dapat temukan 1.800 kasus TB
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2Hum4A7

Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan dapat menenemukan sekitar 1.800 kasus Tuberculosis (TB) sepanjang 2019.

"Target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan ini meningkat dari 2018, yang ditargetkan temuan 1.412 kasus," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Dulzaini di Sleman, Rabu (13/3).

Ia mengatakan, semakin banyak kasus TB yang ditemukan maka akan semakin banyak pula kasus yang bisa ditangani, sehingga penularan penyakit tersebut bisa ditekan. "Jika tidak ditemukan berarti belum diobati, sehingga potensi menularnya semakin besar," katanya, dikutip Antara.

Dinas Kesehatan Sleman selama tahun 2018 menemukan 1.013 kasus TB dari dari target penemuan 1.412 kasus TB yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. "Masih banyak kasus TB yang belum ditemukan, sehingga pada 2019 target temuan TB ditambah menjadi 1.800-an lebih, baik itu TB paru, kulit, tulang, getah bening dan sebagainya," kata Dulzaini. 

"Kalau 2018 target dari Provinsi 890, dan itu sudah terlampaui," ia menambahkan.

Meski belum bisa mencapai target penemuan kasus TB yang ditetapkan Kementerian Kesehatan tahun 2018, Dulzaini menjelaskan, dalam hal pengobatan TB Kabupaten Sleman telah melampaui target dari Kementerian Kesehatan. "Dari Kemenkes target pengobatan harus mencapai 90 persen, sedangkan kami untuk pengobatan telah mencapai 90 persen lebih," katanya.

Ia mengatakan 25 puskesmas yang ada di Sleman siap melayani warga yang membutuhkan pengobatan TB. RSUD Sleman, RSA UGM dan RSUP Sardjito juga siap memberikan pelayanan pengobatan TB.

"Kami juga sudah memiliki alat untuk tes dahak, apakah ada positif TB atau tidak, namanya Tes Cepat Molekuler (TCM). Bulan ini RSUD Prambanan juga akan menerapkan tes tersebut," katanya.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Novita Krisnaeni meminta warga segera ke dokter jika menderita batuk berdahak lebih dari dua minggu. "Tanda-tanda tersebut bisa saja karena kena TB," katanya.

Novita juga meminta mereka yang terkena TB dalam menjalani pengobatan teratur meminum obat sesuai anjuran dokter karena ketidakteraturan mengonsumsi obat bisa menimbulkan resistensi obat.

"Pengobatan TB itu harus tuntas, memang prosesnya lama dan obat itu ada efek sampingnya, namun jika minum obatnya tidak tuntas akan menyebabkan virus TB menjadi kebal terhadap obat dan bisa menyebabkan penderita meninggal," katanya.

"Kalau sudah masuk Multidrug Resistant TB (MDR-TB) akan semakin sulit diobati," ia menambahkan.

Sepanjang 2018, menurut dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman berusaha menemukan 25 kasus MDR-TB namun hanya berhasil menemukan 14 kasus saja.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BNN: Rokok elektronik berpeluang disalahgunakan untuk narkoba
Selasa, 25 Juni 2019 - 20:18 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) Mufti Djusnir...
Standar pelayanan transfusi darah jamin keamanan pendonor
Selasa, 25 Juni 2019 - 17:37 WIB
Elshinta.com - Standar Pelayanan Transfusi Darah penting dilakukan untuk menjamin keamanan...
Peringati HANI, BNN gelar diskusi nasional `Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas`
Minggu, 23 Juni 2019 - 22:47 WIB
Elshinta.com - Penyalahgunaan Narkoba pada Millennials saat ini menjadi permasalahan globa...
Yoga bisa cegah kanker payudara
Sabtu, 22 Juni 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Tidak hanya membuat tubuh lebih bugar, yoga juga bisa menjaga kesehatan pay...
Empat universitas berkolaborasi rancang alat scanner kanker servik
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:53 WIB
Elshinta.com - Empat universitas, yakni Universitas Airlangga (Uniar), Universitas Gadjah ...
Pemerintah susun desain besar UKS/M
Rabu, 19 Juni 2019 - 18:35 WIB
Elshinta.com - Penanaman perilaku hidup sehat harus dimulai sejak dini, dari lingkungan rumah dan ...
Terapkan P4K, USAID Jalin kunjungi Langkat
Rabu, 19 Juni 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Sekda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indra Salahudin menerima kunjungan Tim ...
Khasiat jambu biji untuk kesehatan jantung hingga turunkan gula darah
Minggu, 16 Juni 2019 - 14:12 WIB
Elshinta.com - Jambu biji adalah salah satu buah favorit yang lezat dimakan langsung dan juga s...
Menkes imbau jemaah haji Indonesia tidak mendekati Unta
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Warga Indonesia yang akan melakukan ibadah haji rentan terserang virus Midd...
Pasca Lebaran, stok darah Kota Pekalongan masih aman
Jumat, 14 Juni 2019 - 17:31 WIB
Elshinta.com - Stok darah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah dipastikan masih aman, rata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 187
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once