Menkes minta Pemda NTB optimalkan penanganan anjing liar
Rabu, 13 Maret 2019 - 19:35 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2Wx9KEu

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengoptimalkan penanganan anjing liar sebagai upaya mengatasi wabah rabies.

"Untuk mengantisipasi mewabahnya virus rabies, pemerintah daerah harus mampu mengatasi keberadaan anjing liar," katanya kepada sejumlah wartawan usai meresmikan gedung "Public Safety Center (PSC) 119 Mataram Emergency Medical Service" Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (13/3).

Ia mengatakan, meskipun dari hasil evaluasi kasus gigitan anjing di daerah ini mulai menurun, namun keberadaan anjing liar harus tetap diwaspadai karena mobilisasi mereka tinggi. Karena itu, Menkes mengimbau kepada masyarakat kalau terkena gigitan anjing langsung minta penanganan medis, bukan dibersihkan menggunakan tanah atau lainnya.

Masyarakat yang terkena gigitan anjing, harus segera mendapatkan vaksin, jika tidak maka virus akan masuk ke syaraf dan pertolongannya akan lebih sulit dan berat. "Karena itu, jika terkena gigitan anjing langsung ke pusat pelayanan kesehatan terdekat," katanya.

Meskipun, lanjutnya, tidak semua gigitan anjing langsung kena gejala rabies sebab belum tentu anjing yang menggigit tertular rabies. Kecuali apabila anjing yang menggigit adalah anjing gila. "Tapi untuk mengantisipasi kami mengambil kebijakan setiap yang digigit anjing harus disuntik vaksin karena mencegah lebih baik, sebab kita tidak tahu anjing liar yang menggigit anjing gila atau tidak karena setelah menggigit anjing liar lari," katanya, dikutip Antara.

Menyinggung tentang pendistribusian vaksin antirabies, Menkes menyebutkan, sampai saat ini pendistribusian vaksin bagus, dan vaksin tersedia setiap saat dibutuhkan. "Jika daerah membutuhkan, tinggal mengajukan permohonan," ujar Menkes didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB  Nurhandini Eka Dewi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 14 April 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Seorang spesialis penyakit retina dan direktur Ophthalmic Research at the L...
Jumat, 12 April 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Perbaikan gizi adalah salah satu upaya nyata untuk mengakhiri kemiskinan di Indo...
Kamis, 11 April 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah meluncurkan layanan kegawatdaruratan dan ...
Selasa, 09 April 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyak...
Senin, 08 April 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Sebuah studi para peneliti Jepang menyatakan jika Anda sering buang air kec...
Sabtu, 06 April 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Dokter spesialis anak Dr Setia Budi Salekede Sp.A(K) mengatakan penyakit in...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com -Pasien kanker punya risiko merasakan sakit fisik lebih tinggi karena menanggung b...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com -Sebanyak 150 anak Sekolah Dasar dibersihkan telinganya di Rumah Sakit Umum Daerah...
Rabu, 27 Maret 2019 - 17:18 WIB
Elshinta.com -Ahli dermatologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) J...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)