Kemendikbud jelaskan soal AKSI, bukan gantikan UN
Elshinta
Kamis, 14 Maret 2019 - 11:28 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Kemendikbud jelaskan soal AKSI, bukan gantikan UN
Sumber foto: https://bit.ly/2Cjg4XL

Elshinta.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad menyampaikan bahwa Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) bukan untuk menggantikan Ujian Nasional (UN).

“Jadi ini baru sebatas wacana, dan realisasinya belum ke arah ke situ. Kemendikbud untuk sementara belum menggunakan AKSI untuk menggantikan UN,” kata Hamid dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/3), seperti diinformasikan melalui laman resmi InfoPublik.
 
Dikatakan, AKSI dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa atau High Order Thingking Skill (HOTS). Juga untuk membantu meningkatkan ranking Pogramme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang saat ini masih di ranking bawah.
 
“AKSI  ini merupakan salinan dari PISA untuk meningkatkan  kemampuan HOTS siswa umur 15 tahunan atau yang berada di kelas IX,” jelasnya.
 
Dengan adanya AKSI ini, diharapkan siswa terbiasa dengan soal-soal HOTS. Penerapan AKSI ini pun, kata Hamid, tidak dilakukan di seluruh sekolah di Tanah Air, tetapi hanya beberapa sekolah yang akan dijadikan sampel.
 
Menurut Hamid, untuk meningkatkan kompetensi siswa, maka yang perlu diperbaiki dahulu adalah kompetensi guru. Kompetensi siswa baru akan meningkat, kalau masukan yang didapatkan dari guru yang bagus juga.
 
“Tetapi tantangannya, bagaimana anak-anak di sekolah yang inputnya kurang dan guru juga ada disitu. Ini tantangan yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu sekejab,” ucapnya.
 
Hamid menambahkan, Kemendikbud saat ini juga melakukan penataan pendidikan melalui sistem zonasi, dan sistem zonasi tidak hanya bertujuan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, tetapi juga pemerataan guru, sarana, dan parasana, serta untuk pemenuhan delapan standar nasional pendidikan.
 
“Jadi AKSI ini kita  lakukan merupakan uji coba atau persiapan menghadapi PISA, maka kita mengukur sendiri kemampuan anak didik kita dengan melakukan AKSI, dan AKSI ini sudah dilakukan di beberapa SMP, dengan peringkat  rendah, sedang, dan bagus, sehingga pemerataannya merata, dan untuk mengetahui kemampuan siswa,” ungkapnya.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Siswa didik baru ikut pembekalan sosialisasi narkoba dan bela negara
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:14 WIB
Elshinta.com - Siswa baru SMA Negeri 10 Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti sosialis...
UB pertanyakan penanganan kasus penipuan yang janjikan lulus ujian jalur mandiri
Rabu, 17 Juli 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Universitas Brawijaya (UB) Malang mempertanyakan penanganan kasus tertangka...
Sumbang pengangguran terbesar, Ridwan Kamil akan evaluasi SMK
Rabu, 17 Juli 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil atau Emil akan mengevaluasi keberadaan sekol...
37 penyandang disabilitas berebut jadi mahasiswa UB
Selasa, 16 Juli 2019 - 21:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 37 peserta penyandang disabilitas ikuti Seleksi Mandiri Penyandang...
Lanud Silas Papare menerima 37 siswa TK dan 16 siswa SD
Selasa, 16 Juli 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS) telah dimulai. Siswa baru mulai di...
Tidak ada toleransi untuk praktik kecurangan dalam PPDB
Selasa, 16 Juli 2019 - 11:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan, tidak akan m...
Bupati Batang siap bantu siswa yang tidak mampu beli seragam
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:48 WIB
Elshinta.com - Bupati Batang Wihaji siap membantu peserta didik baru yang tidak mampu memb...
13.073 peserta ikuti tes Jalur Mandiri UB
Senin, 15 Juli 2019 - 18:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 13.073 peserta yang terdiri dari 7.371 orang peserta Saintek, 5.41...
Wali Kota Malang akan terbitkan Perwali matikan HP dan TV
Senin, 15 Juli 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan akan menerbitkan peraturan wali kota (P...
Menristekdikti lepas kapal Cucut Nusantara bantu proses pembelajaran
Senin, 15 Juli 2019 - 12:50 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Na...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once