Ginjal bisa rusak karena hipertensi?
Elshinta
Kamis, 14 Maret 2019 - 14:48 WIB |
Ginjal bisa rusak karena hipertensi?
Ilustrasi ginjal (Shutterstock). Sumber foto: https://bit.ly/2Hw7ZlK

Elshinta.com - Di antara sederet faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal, hipertensi adalah salah satunya, menurut Dokter spesialis ginjal dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH.

Menurut Aida, hipertensi mengganggu pembuluh darah ginjal (nefron) sehingga menyebabkan kerusakan filtrasi ginjal dan berakhir dengan terganggunya fungsi ginjal.

"Hipertensi menganggu pembuluh darah, terjadi kerusakan filtrasi dan lama-lama menganggu fungsi ginjal," jelas dia dalam konferensi pers `World Kidney Day 2019` di Jakarta, Rabu (13/3).

Selain hipertensi, masalah ginjal juga disebabkan faktor lain seperti diabetes melitus, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang melakukan aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.

Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, usia tua juga menjadi faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal.

Penyakit ginjal pada awalnya tidak menunjukkan gejala khas sehingga sering terlambat diketahui. Untuk itu, penting untuk mengenali faktor risiko penyakit ini.

Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen penduduk dunia menderita penyakit ginjal kronik dan prevalensi penyakit ini cenderung lebih tinggi di negara berkembang.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi PGK mencapai 3,8 persen atau naik 1,8 persen dari tahun 2013. Sementara survei PERNEFRI 2009 di empat area urban dan suburban memperlihatkan angka 12,5 persen.

"Lebih dari 20 ribu pasien belum mendapatkan akses pelayanan ginjal. Masih banyak yang datang terlambat, saat fungsi ginjal sangat menurun, sudah gagal ginjal," kata Aida, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kopi dapat turunkan risiko penyakit batu empedu, bisakah?
Sabtu, 30 Mei 2020 - 12:25 WIB
Sebuah studi terbaru melaporkan bahwa kopi memiliki potensi untuk melindungi Anda dari penyakit batu...
Apakah pria juga bisa menopause? Apa penyebabnya?
Jumat, 29 Mei 2020 - 23:15 WIB
Menopause pada pria juga tidak serta merta menyebabkan disfungsi organ seksual sepenuhnya. Namun bai...
BIN salurkan ribuan alat kesehatan membuat Risma menangis
Jumat, 29 Mei 2020 - 20:36 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk membantu Pemerintah Kota Suraba...
 Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:15 WIB
Biasanya impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun jumlah pria berusia di bawah ...
Wagub Sumbar apresiasi kerja tim laboratorium periksa sampel swap
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:26 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengapresiasi tim laboratorium yang bertu...
Hadapi COVID-19, terapkan 4 Sehat 5 Sempurna kekinian
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:37 WIB
Masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau ...
Fakta tentang pria dan seks
Rabu, 27 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seks menjadi penting, dan bahkan dipercaya dapat mengurai kusutnya hubungan yang terjadi dalam rumah...
BIN bantu RSUP Persahabatan peralatan medis penanganan COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 20:38 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyerahkan bantuan peralatan medis penanganan COVID-19 ke Rumah Sakit ...
TNI disiagakan untuk penegakan disiplin kesehatan di Garut 
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:37 WIB
Sejumlah personel TNI Angkatan Darat bersama petugas dari instansi lainnya akan disiagakan untuk pen...
Jubir  Presiden: Dua keuntungan dengan penerapan disiplin sosial protokol kesehatan
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:26 WIB
Presiden Joko Widodo memutuskan peningkatan disiplin sosial protokol kesehatan di masa pandemi Covid...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV