Turki kecam laporan HAM AS yang kontroversial
Elshinta
Jumat, 15 Maret 2019 - 19:27 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Turki kecam laporan HAM AS yang kontroversial
Ilustrasi bendera Turki. Sumber foto: https://bit.ly/2Hnic4U

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri Turki pada Kamis (14/3) mengecam laporan hak asasi manusia AS yang `berisi tuduhan palsu, informasi yang tidak akurat dan komentar yang bias` mengenai Turki.

Satu pernyataan dari kementerian itu mengatakan upaya Turki untuk memerangi terorisme sejalan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu yang dikutip Antara, Jumat sore. Namun laporan tersebut mencerminkan Turki sebagai "pelanggar".

Kementerian Luar Negeri itu menuduh laporan yang kontroversial tersebut dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS menggambarkan teroris dan orang yang mendukung upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 sebagai "tahanan politik".

Ankara, katanya, kecewa bahwa Washington tak bisa memahami perang Turki melawan kelompok teror ganas --terutama PKK, FETO/PDY, Da'esh dan DHKP-C.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sembilan orang tewas saat pesawat penerjun payung jatuh di Swedia
Senin, 15 Juli 2019 - 16:05 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang Swedia pada Minggu (14/7) waktu setempat menyatakan sembila...
Prancis, Inggris, Jerman sebut kesepakatan nuklir berisiko kandas
Senin, 15 Juli 2019 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Prancis, Inggris dan juga Jerman pada Minggu mengatakan disibukkan oleh pen...
Menlu: Inggris akan bebaskan tanker Iran asal tak pergi ke Suriah
Minggu, 14 Juli 2019 - 15:28 WIB
Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan kepada mitranya Iran pad...
Inggris: Tiga kapal Iran berupaya menghadang kapal kami di Teluk
Kamis, 11 Juli 2019 - 15:36 WIB
Elshinta.com - Tiga kapal Iran berupaya menghadang tanker British Heritage, yang melintasi...
Ketua partai berkuasa Rumania dipenjara karena korupsi
Selasa, 28 Mei 2019 - 06:27 WIB
Elshinta.com - Liviu Dragnea, ketua partai berkuasa Rumania PSD, pada Senin mulai menjalan...
Polisi Perancis buru orang yang tinggalkan bom di Lyon
Minggu, 26 Mei 2019 - 06:51 WIB
Elshinta.com - Pihak Kepolisian Perancis memburu seorang lelaki yang meninggalkan bom di s...
Eurostat: Ekspor Uni Eropa ke dunia naik 3,1 persen
Minggu, 19 Mei 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Kantor statistik Uni Eropa, Eurostat menyatakan ekspor barang-barang dari kawasa...
Rusia tak akan kandangkan Sukhoi pascainsiden pendaratan darurat tewaskan 41 orang
Selasa, 07 Mei 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Menteri Transportasi Rusia Yevgeny Ditrikh pada Senin (6/5) waktu setempat ...
Korban kecelakaan pesawat di bandara Rusia bertambah jadi 41 jiwa
Senin, 06 Mei 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang Rusia mengatakan pada Minggu (5/5) sore bahwa 41 orang tewas dal...
Kanselir Jerman janjikan bantuan puluhan juta euro negara Afrika Barat
Kamis, 02 Mei 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Kanselir Jerman Angela Merkel menjanjikan bantuan senilai jutaan euro kepad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once