PGK: Penembakan di Selandia Baru bentuk terorisme
Sabtu, 16 Maret 2019 - 06:17 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Hendra Yaspita kakak dari Warga Negara Indonesia (WNI) Zulfirmansyah, korban penembakan di Negara Selandia Baru, memperlihatkan foto saat diwawancarai oleh pewarta di Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/3). Sumber foto: https://bit.ly/2HAmXaw

Elshinta.com - Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi mengecam keras aksi penembakan di masjid Selandia Baru dan dinilainya sebagai bentuk terorisme yang merupakan kejahatan luar biasa.

Menurut Bursah, apapun alasannya, aksi teror tidak bisa dibenarkan dan itu kejahatan luar biasa. "Karena itu terorisme harus menjadi musuh bersama semua negara-negara di dunia," kata Bursah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/3) seperti dikutip dari Antara.

Bursah juga meminta pemerintah Selandia Baru segera mengusut dan menangkap aktor pelaku teror tersebut serta harus dihukum seberat-beratnya. Dia berharap aksi teror di Selandia Baru tidak terjadi di Indonesia dan meminta masyarakat menahan diri serta membantu pemerintah mewaspadai aksi-aksi terorisme. "Karena teroris itu kejahatan kemanusian maka kita harus bersama-sama mencegahnya," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 40 orang tewas dan lebih 20 lagi luka parah dalam aksi penembakan di dua masjid di Selandia Baru pada Jumat, yang disebut Perdana Menteri Jacinda Ardern sebagai serangan teroris. Pembunuhan oleh sedikitnya seorang pria bersenjata itu dilakukan saat shalat Jumat berlangsung di Kota Christchurch. Itu merupakan penembakan massal terburuk di negara itu dan dikutuk di seluruh wilayah Asia.

Ardern mengatakan Selandia Baru telah ditempatkan dalam tingkat ancaman keamanan tertinggi. Dia mengatakan empat orang yang sedang dalam penahanan pihak kepolisian memiliki pandangan ekstrim, tetapi mereka tidak masuk dalam daftar pengawasan kepolisian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S. Djambak mengunjungi Pos TNI AL Pusong, Kota ...
Sabtu, 13 April 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Dua terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto (28), AS (sebelumnya di...
Jumat, 12 April 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Polda Jawa Timur berhasil menangkap dua pelaku terkait kasus pembunuhan dan...
Kamis, 11 April 2019 - 10:23 WIB
Elshinta.com - Tiga dari 12 siswi SMA yang diduga sebagai pelaku perundungan terhadap Aud ...
Kamis, 11 April 2019 - 07:43 WIB
Elshinta.com - Tujuh dari 12 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terkait kasus perkel...
Kamis, 11 April 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Para terduga penganiayaan terhadap pelajar SMP berinisial Aud, menyampaikan...
Rabu, 10 April 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com - Sekitar 20 korban investasi bodong dengan modus koperasi di salah satu peru...
Rabu, 10 April 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Anggota Polsek Makasar, Jakarta Timur, membuat sketsa wajah jasad wanita di...
Rabu, 10 April 2019 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Tagar #JusticeForAudrey ramai di perbincangan oleh warganet. Tagar tersebut ditu...
Rabu, 10 April 2019 - 11:42 WIB
Elshinta.com - Kasus pengeroyokan yang menimpa siswi SMP, atas nama Audrey (14) yang dilak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)