Terduga teroris Sibolga rekrut sejumlah perempuan untuk dijadikan istri
Sabtu, 16 Maret 2019 - 06:39 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Sumber foto: https://bit.ly/2FbrNbA

Elshinta.com - Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang diamankan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Sibolga, merekrut sejumlah perempuan untuk dijadikan istri yang juga telah ditangkap Tim Densus 88 Antiteror pada Kamis (14/3) di dua lokasi berbeda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/3), menyebut kelompok teroris mulai merekrut perempuan sebagai eksekutor. Calon istri Abu Hamzah yang pertama adalah terduga teroris berinisial R yang merupakan mantan istri terduga teroris kelompok Tanjung Balai berinisial A.

Saat akan ditangkap, A melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas oleh Densus 88 yang menyebabkan terduga teroris itu tewas. "Oleh karena itu, mantan istri A ini ialah mantan istri teroris, direkrut dan akan dinikahi oleh AH," tutur Dedi Prasetyo.

R ditangkap berdasarkan analisis jejak digital yang dia buat sendiri soal kesehariannya. Pemantauan kepada R diakui Dedi Prasetyo membutuhkan waktu yang cukup lama. Perempuan selanjutnya yang akan dinikahi adalah terduga teroris berinisial Y alias Khodijah yang ditangkap di Klaten pada Kamis (14/3).

Dedi Prasetyo mengatakan, Y sudah berencana melakukan kegiatan amaliah bersama Abu Hamzah dan terduga teroris R alias Putra Syuhada yang ditangkap di Lampung. "Mereka ini ialah kelompok satu jaringan, dari Lampung, Sibolga dan Klaten," ujar Dedi Prasetyo, dikutip Antara.

Sebelumnya, Istri Abu Hamzah, Solimah, telah melakukan bom bunuh diri di rumahnya di Sibolga pada Rabu (13/3) dini hari. Perempuan asal Padangsidimpuan itu disebut suaminya berpemahaman lebih radikal.

Pola perekrutan perempuan itu dinilai karena perempuan memiliki ciri psikologi setia dan taat kepada suami sehingga saat suami memberikan ajaran atau paham tertentu akan lebih jauh meresap dan terpapar radikalisme lebih kuat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Polsek Sawah Besar telah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan sa...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Seorang wanita yang diketahui bernama Indrawati Cipta (46) ditemukan tewas ...
Jumat, 19 April 2019 - 07:26 WIB
Elshinta.com - Polda Jambi masih terus mendalami kasus pembakaran 15 kotak suara DPRD Kota...
Kamis, 18 April 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S. Djambak mengunjungi Pos TNI AL Pusong, Kota ...
Sabtu, 13 April 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Dua terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto (28), AS (sebelumnya di...
Jumat, 12 April 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Polda Jawa Timur berhasil menangkap dua pelaku terkait kasus pembunuhan dan...
Kamis, 11 April 2019 - 10:23 WIB
Elshinta.com - Tiga dari 12 siswi SMA yang diduga sebagai pelaku perundungan terhadap Aud ...
Kamis, 11 April 2019 - 07:43 WIB
Elshinta.com - Tujuh dari 12 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terkait kasus perkel...
Kamis, 11 April 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Para terduga penganiayaan terhadap pelajar SMP berinisial Aud, menyampaikan...
Rabu, 10 April 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com - Sekitar 20 korban investasi bodong dengan modus koperasi di salah satu peru...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)