Presiden Palestina kutuk penembakan massal di masjid Selandia Baru
Elshinta
Sabtu, 16 Maret 2019 - 08:39 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Presiden Palestina kutuk penembakan massal di masjid Selandia Baru
Anggota keluarga berada di luar masjid Al Noor pasca penembakan yang menewaskan 40 orang di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Sumber foto: https://bit.ly/2TDuGfc

Elshinta.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan puluhan orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Kota Christchurch, Selandia Baru.

"Kami mengutuk serangan teroris yang merenggut puluhan nyawa orang yang sedang shalat dan melukai sejumlah orang lagi di dua masjid di Selandia Baru," kata Abbas di dalam pernyataan pengutukannya, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Palestina, WAFA yang dikutip Antara, Jumat malam. Ia menggambarkan penembakan tersebut sebagai aksi kejahatan yang mengerikan.

Presiden Palestina itu menyeru semua negara di seluruh dunia agar "menghadapi terorisme dan tidak memperlihatkan toleransi buat kelompok rasis yang menghasut kekerasan, kebencian rasial dan kebencian kepada orang asing".

Ia kembali menyampaikan pengutukannya terhadap "segala bentuk terorisme terhadap warga sipil yang tak berdosa, tak peduli sumbernya atau identitas pelakunya". Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan orang yang cedera cepat sembuh.

Sebanyak 49 orang telah meninggal dan lebih dari 40 orang lagi cedera dalam penembakan di dua masjid di Kota Christchurch di Selandia Baru, selama Shalat Jumat. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardem mengatakan penembakan itu adalah serangan teroris yang direncanakan dengan baik.

Sementara itu pemimpin perunding Palestina Saeb Erekat juga mengutuk pembunuhan 49 orang dalam penembakan massal di dua masjid yang dipenuhi orang yang menunaikan Shalat Jumat di Christchurch. "Serangan teroris ini, yang merenggut 49 nyawa orang Muslim yang sedang menunaikan Shalat Jumat di dua masjid di Selandia Baru dilakukan akibat ideologi ekstremis, yang menyebar benih perang agama," kata Erekat di dalam surat pengutukannya.

Ia menambahkan bahwa ia menyampaikan "doa, pikiran dan air mata" serta kepedihan rakyat Palestina, Kristen dan Muslim, kepada rakyat Selandia Baru, terutama keluarga korban. Erekat mendesak diakhirinya pembunuhan yang dilakukan dengan mengatasnamakan agama dan mencela penggunaan agama untuk tujuan politik. Ia mengenang serangan yang ditujukan ke tempat ibadah, termasuk oleh pemukim Yahudi Baruch Goldstein, yang membantai 29 orang Palestina yang sedang Shalat Subuh di Masjid Ibrahim di Al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat Sungai Jordan pada 1994 dan serangan terhadap sinagoga di Pittsburgh tahun lalu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Arab Saudi beri kebebasan jemaah umrah kunjungi tempat-tempat wisata dan ziarah
Kamis, 18 Juli 2019 - 05:11 WIB
Elshinta.com - Jemaah umrah diberikan kebebasan untuk berkunjung kemana saja selama berada di A...
30 tahun terpisah karena diculik, Shanshan akhirnya bertemu orang tua kandungnya
Kamis, 18 Juli 2019 - 04:10 WIB
Elshinta.com - Seorang wanita menangis haru saat ia bersatu kembali dengan orang tua kandungnya...
Pesawat tabrak rumah warga, dua wanita dan satu anak dilarikan ke rumah sakit
Kamis, 18 Juli 2019 - 03:13 WIB
Elshinta.com - Dua wanita dan seorang anak dilarikan ke rumah sakit setelah sebuah pesawat mena...
Kementerian Kesehatan Arab Saudi nyatakan tak ada kasus epidemi pada musim haji tahun ini
Rabu, 17 Juli 2019 - 05:14 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan tidak ada kasus epidemi atau penyaki...
Otoritas pelabuhan Arab Saudi siap terima jemaah calhaj lewat laut
Rabu, 17 Juli 2019 - 03:15 WIB
Elshinta.com - Otoritas Pelabuhan Saudi Arabia telah menyiapkan rencana operasional yang kompre...
Pemerintah Ukraina segera legalkan Chernobyl jadi destinasi wisata
Rabu, 17 Juli 2019 - 02:13 WIB
Elshinta.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak lagi menginginkan Pembangkit Listrik T...
 Menuntun langkah jemaah calon haji pada lintasan sai
Selasa, 16 Juli 2019 - 23:25 WIB
Elshinta.com - Ratusan orang masih tampak memutari lintasan thawaf di Baitullah, ketika petugas...
Gedung empat lantai di Mumbai runtuh, 5 tewas dan belasan terjebak
Selasa, 16 Juli 2019 - 22:22 WIB
Elshinta.com - Lima orang tewas dan belasan lainnya terjebak dalam puing-puing setelah bangunan...
Tiba pertama, jemaah haji SUB 01 disambut di Mekkah
Senin, 15 Juli 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 449 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang pe...
Jumlah korban tewas akibat banjir di Nepal naik jadi 47
Senin, 15 Juli 2019 - 07:36 WIB
Elshinta.com - Jumlah korban meninggal di Nepal akibat banjir bandang dalam tiga hari bela...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once