Limbah plastik ancam ekosistem perairan Kepri, ujar pakar
Elshinta
Sabtu, 16 Maret 2019 - 12:15 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Limbah plastik ancam ekosistem perairan Kepri, ujar pakar
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2HCAhvc

Elshinta.com - Limbah plastik yang sebagian besar diproduksi rumah tangga mengancam ekosistem perairan di Provinsi Kepulauan Riau, kata pakar limbah mikro plastik, Agung Dharmar Syakti.

"Sampah nonorganik seperti plastik harus dikendalikan dari hulu, dengan menyiapkan infrastruktur dasar dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang," ujarnya, yang juga Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang dihubungi di Tanjungpinang, Sabtu (16/3), dikutip Antara.

Ia menambahkan infrastruktur yang disiapkan berupa tempat sampah organik dan nonorganik agar tidak bercampur. Sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk, namun kalau bercampur zat kimia dari baterai dan plastik contohnya, justru menjadi racun, karena itu harus dipisahkan sehingga bermanfaat.

Pengelolaan sampah plastik untuk kepentingan industri, seperti botol plastik juga perlu dikembangkan, di samping disiapkan mesin penghancur sampah nonorganik. Mesin incenerator yang menghancurkan sampah plastik memang masih menyisakan permasalahan lantaran asap yang ditimbulkan toksin. Karena itu, risiko tersebut harus dikurangi dengan menyiapkan teknologi yang lebih canggih. "Tempat pembuangan akhir itu juga menimbulkan permasalahan, karena sampah akan menumpuk tinggi. Semestinya sampah itu dihancurkan dengan mengambil risiko terendah," ucapnya.

Agung menjelaskan pengelolaan limbah plastik merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat sampai sekarang belum dilakukan Pemprov Kepri dan pemerintah kabupaten dan kota secara maksimal. Padahal dari data Dinas Lingkungan Hidup contohnya sampah plastik di Kepri mencapai 1.550 ton/hari, sementara pemanfaatan sampah itu masih tergolong rendah.

Sampah plastik menyebabkan terganggunya estetika di kawasan pesisir, menyebabkan ekosistem laut mati, dan memberi dampak negatif pada kesehatan masyarakat jika mengonsumsi siput yang mengandung mikro plastik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPBD imbau masyarakat tak perlu panik tanggapi potensi gempa di Selatan Bantul
Minggu, 21 Juli 2019 - 21:46 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimew...
DPR RI panggil Kemenkominfo persoalan Traveloka dan Tokopedia bisnis umrah
Minggu, 21 Juli 2019 - 21:30 WIB
Elshinta.com - Anggota DPR RI Komisi I Mohammad Syaiful Bahri Anshori akan memanggil ...
Sempat molor, KPU Kota Malang tetapkan 45 anggota dewan
Minggu, 21 Juli 2019 - 20:40 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menetapkan 45 anggota DPRD Kota Mal...
Tak taat pajak, pemerintah akan hentikan izin usaha tambang pasir di Lumajang
Minggu, 21 Juli 2019 - 19:37 WIB
Elshinta.com - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menegaskan, bahwa pemerintah bis...
Kemendagri: Anies kantongi izin perpanjangan waktu ke luar negeri
Minggu, 21 Juli 2019 - 17:47 WIB
Elshinta.com - Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemen...
Pelni hentikan penjualan tiket `non seat` pada 1 Agustus
Minggu, 21 Juli 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menghentikan penjualan tiket tanpa ...
Menhub tinjau pemberangkatan jemaah calon haji di Bandara Soetta
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pemberangkatan jema...
BPBD Lebak ingatkan wisatawan pesisir Pantai Selatan tak berenang
Minggu, 21 Juli 2019 - 15:14 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mengingatkan wisatawan ...
Sukses di Trenggalek, Destana Tsunami 2019 akan tutup segmen Jatim di Pacitan
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Rerumputan lapangan Desa Tanggung Gunung, Tulungagung masih basah oleh embu...
Tekanan rendah Samudra Pasifik Timur Filipina pengaruhi cuaca Maluku
Minggu, 21 Juli 2019 - 14:29 WIB
Elshinta.com - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan, pusat tekanan rendah 1.007 ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once