KPK jelaskan konstruksi perkara jerat Rommy
Elshinta
Sabtu, 16 Maret 2019 - 14:13 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
KPK jelaskan konstruksi perkara jerat Rommy
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Sumber foto: https://bit.ly/2u7Ls75

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy sebagai tersangka suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

"Akhir tahun 2018, diumumkan proses seleksi secara terbuka melalui `Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pejabat Pimpinan Tinggi`. Pada pengumuman tersebut, salah satu jabatan yang akan diisi adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3).

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY). Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).

Syarif mengatakan pengumuman itu juga dapat dibuka secara daring, yang selama proses seleksi terdapat beberapa nama pendaftar untuk seleksi jabatan tersebut, termasuk Haris Hasanuddin.

Sedangkan Muhammad Muafaq Wirahadi mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, dan Haris Hasanuddin mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

"Diduga terjadi komunukasi dan pertemuan antara MFQ dan HRS dengan RMY dan pihak lain. MFQ dan HRS diduga menghubungi RMY untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kementerian Agama Rl," ungkap Syarif, dikutip Antara.

Pada 6 Februari 2019, kata dia, Haris Hasanuddin diduga mendatangi rumah Romahurmuziy untuk menyerahkan uang Rp250 juta terkait seleksi jabatan untuk Haris Hasanuddin sesuai komitmen sebelumnya. "Pada saat ini lah diduga pemberian pertama terjadi," ucap Syarif.

Selanjutnya, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak termasuk tiga nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama RI. "HRS diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin sebelumnya. Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama RI tersebut," tuturnya.

"Selanjutnya, pada 12 Maret 2019, MFQ berkomunikasi dengan HRS untuk dipertemukan dengan RMY. Pada 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB (Abdul Wahab, calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP yang juga diamankan dalam operasi yang sama) bertemu dengan RMY untuk penyerahan uang Rp50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ," ucap Syarif.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dikabarkan jadi Mentan, Arif Satria: Saya tidak pikirkan gosip
Kamis, 18 Juli 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria angkat bicara setelah na...
BMKG DIY pastikan sirene tsunami dicek berkala
Kamis, 18 Juli 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyaka...
Pemkot Medan-KAI Sumut sepakat operasikan `sky bridge` akhir 2019
Kamis, 18 Juli 2019 - 09:05 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Medan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut sepak...
Darmin pastikan jasa persewaan pesawat dapat fasilitas insentif fiskal
Kamis, 18 Juli 2019 - 08:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan pemberia...
Tingkatkan kompetensi SDM, Kemenaker gandeng Amazon Web Services
Kamis, 18 Juli 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bekerja sama dengan perusahaan raksasa...
Bersatunya warga Jatimulya membangun akses pertanian bersama TNI
Rabu, 17 Juli 2019 - 22:13 WIB
Elshinta.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0712/Tegal...
KPK berharap hasil investigasi tim gabungan temukan penyerang Novel
Rabu, 17 Juli 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengharapkan ...
Sutiaji lakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang, H Sutiaji melakukan peletakan batu dan pengecoran pertama...
Warga Arso 2 serahkan satu pucuk senpi rakitan ke Yonif PR 328/DGH
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Seorang warga Arso 2, Kabupaten Keerom berinisial NW (48) menyerahkan satu ...
Puluhan lansia di Jayapura mendapat pengobatan gratis
Rabu, 17 Juli 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Puluhan warga Lanjut Usia (Lansia) mendapat pengobatan gratis dari Pemerint...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once