Pedas sebabkan maag? Ini penjelasan ilmuwan nutrisi
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:04 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ilustrasi asam lambung (Emily Frost). Sumber foto: https://bit.ly/2CsFySu

Elshinta.com - Ilmuwan nutrisi Dr Matthew Blaylock, PhD membantah mitos yang menyebutkan bahwa makanan pedas bisa menyebabkan radang lambung atau maag.

"Makanan pedas sebabkan maag itu cuma mitos, maag itu justru disebabkan makanan tercemar oleh bakteri ganas bernama Helicobacter pylori," jelas ilmuwan nutrisi sekaligus dosen pascasarjana Universitas Ciputra Surabaya, Matthew Blaylock, di Jakarta, Selasa (19/3).

Matt mengatakan, Helicobacter pylori itu sejenis bakteri yang masuk ke dalam lambung dan bisa menghilangkan lapisan mukosa dalam lambung. Akibatnya, lambung menjadi radang atau bisa lebih parah menjadi tukak lambung.

Dalam presentasinya seputar manfaat dan kebaikan yogurt di Artotel Jakarta, Selasa, seperti dikutip Antara, Matt menyarankan pentingnya mereka yang mengalami sakit maag agar mengonsumsi yogurt.

"Konsumsi yogurt bisa menghilangkan sakit maag karena kandungan bakteri baik dalam yogurt bisa melawan bakteri yang ganas (h. pylori) sehingga bisa mengembalikan keseimbangan yang dibutuhkan tubuh," terang Matt.

Matt juga menampik adanya pendapat bahwa kandungan asam pada yogurt memperburuk penyakit maag.

"Justru bagi penderita maag ringan, konsumsi yogurt 500 mililiter per hari sudah cukup mengatasi masalah penyakit maag ringan," ujarnya

Sebab, menurut berbagai penelitian, bakteri Bifidobacterium, Lactobacillus acidophilus dan Lactobacillus casei dalam yogurt dapat lolos dari asam lambung dan mencapai usus besar serta berkembang biak menekan pertumbuhan bakteri jahat, sehingga pencernaan menjadi lebih sehat.

Namun jika sakit maag tergolong parah, Matt mengatakan, dokter akan menyarankan penderita untuk mengonsumsi obat jenis antibiotik. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 14 April 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Seorang spesialis penyakit retina dan direktur Ophthalmic Research at the L...
Jumat, 12 April 2019 - 16:14 WIB
Elshinta.com - Perbaikan gizi adalah salah satu upaya nyata untuk mengakhiri kemiskinan di Indo...
Kamis, 11 April 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Kudus Jawa Tengah meluncurkan layanan kegawatdaruratan dan ...
Selasa, 09 April 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyak...
Senin, 08 April 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Sebuah studi para peneliti Jepang menyatakan jika Anda sering buang air kec...
Sabtu, 06 April 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Dokter spesialis anak Dr Setia Budi Salekede Sp.A(K) mengatakan penyakit in...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com -Pasien kanker punya risiko merasakan sakit fisik lebih tinggi karena menanggung b...
Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:19 WIB
Elshinta.com -Sebanyak 150 anak Sekolah Dasar dibersihkan telinganya di Rumah Sakit Umum Daerah...
Rabu, 27 Maret 2019 - 17:18 WIB
Elshinta.com -Ahli dermatologi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (PERDOSKI) J...
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)