MemoRI 20 Maret
Mari (tetap) mendongeng
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Mari (tetap) mendongeng
Beauty and the beast. Ilustrasi/Elshinta.

Elshinta.com - "Sebenarnya, saya adalah seorang pangeran dari istana ini. Seorang penyihir jahat mengubah saya menjadi binatang dan hanya cinta sejati dari gadis yang bersedia menerima saya apa adanya yang bisa mengubah saya kembali normal. Kemudian Beauty dan pangeran menikah dan hidup senang di istana selamanya.

 

Penggalan kalimat di atas merupakan akhir dari dongeng Beauty and The Beast (Si Cantik dan Si Buruk Rupa), yang ditulis oleh Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve di tahun 1740. Dongeng yang kemudian dijadikan film animasi oleh Disney tersebut menjadikannya dikenal luas tidak hanya di tempat dongeng tersebut berasal di Prancis.

Ketika teknologi belum secanggih saat ini, mendongeng atau mendongeng sebelum tidur (bedtime stories) telah lama menjadi bagian dari rutinitas anak-anak pada malam hari. Tidak jarang, orang tua dengan sabar membacakan dongeng bagi si Buah Hati sebagai penghantar tidur. Dongeng, masih dipercaya sebagai medium dan metode transfer pengetahuan yang menyenangkan dengan manfaat positif bagi anak. 

Banyak dongeng yang bisa kita baca sampai hari ini, baik yang berasal dari mancanegara atau dari dalam negeri. Sebut saja dongeng The Tale of Peter Rabbit karya Beatrix Potter, Hansel dan Gretel karya Brothers Grimm, Aladin and Magic Lamp atau Winnie The Pooh. Sementara dari dalam negeri ada dongeng  Bawang Merah dan Bawang Putih, Keong Mas, Timun Mas, Sangkuriang, Malin Kundang dan lain-lain.
 
Masih banyak dongeng-dongeng lain yang menarik untuk dibaca atau dibacakan pada putra-putri kita. Umumnya, dongeng-dongeng tersebut sarat dengan pesan-pesan moral yang tentu bermanfaat bagi perkembangan pribadi si Buah Hati.  

Bahkan, menurut psikolog banyak manfaat yang bisa didapat dari aktivitas mendongeng, seperti mengembangkan daya imajinasi, meningkatkan keterampilan berbahasa, membangkitkan minat baca. Dan bagi orang tua dan anak, tentunya bisa lebih mendekatkan hubungan dan komunikasi efektif pun berjalan baik.
 
Di tengah gempuran teknologi, terlebih di era internet, di mana informasi apa pun bisa didapat, akankah aktivitas mendongeng masih diminati oleh orang tua? Adalah tirto.id, sebuah media online yang sempat melakukan survei terhadap 1.529 responden berusia 19-40 tahun. Hasilnya, sebanyak 77,63 persen responden ternyata memiliki kebiasaan mendongengkan ke anak atau adiknya. Sementara 22,37 persen lain tidak punya kebiasaan tersebut.

Masih banyaknya masyarakat Indonesia, khususnya yang menyempatkan waktu untuk mendongeng kepada anak atau adiknya tentu menjadi sesuatu hal yang menggembirakan. Terlebih, aktivitas tersebut seolah semakin tergerus oleh hadirnya akses berbasis internet yang menjadi medium lain untuk kegiatan mendongeng. 

Kegiatan mendongeng merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari pemenuhan hak anak, khususnya untuk memperoleh pengetahuan dan kasih sayang dari orang tua atau anggota keluarga. "Selamat Hari Dongeng Internasional"

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Santri harus berkontribusi di dunia digital 
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 16:46 WIB
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof Imam Taufiq mengatakan Hari Santri men...
Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-92, Satgas Yonif 642 ajarkan PBB kepada anak-anak perbatasan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:25 WIB
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020, personel TNI dari Yonif 642/Kapuas...
Indonesia tawarkan kerja sama pendidikan kejuruan dengan Huangshi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:43 WIB
Pemerintah Indonesia menawarkan program pendidikan kejuruan kepada Pemerintah Kota Huangshi, Provins...
Bantuan Program Indonesia Pintar sudah disalurkan ke 18,1 juta siswa
Rabu, 28 Oktober 2020 - 17:34 WIB
Pemerintah dalam satu tahun terakhir sudah menyalurkan bantuan dalam Program Indonesia Pintar (PIP) ...
 Mbabar Mushaf Menara geliatkan kaligrafi di kalangan anak-anak
Rabu, 28 Oktober 2020 - 13:26 WIB
Ajang gores kaligrafi yang diselenggarakan Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menj...
 UB Malang kembali kukuhkan dua profesor di masa pandemi Covid-19
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:48 WIB
Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur kembali  mengukuhkan dua profesor baru di masa pande...
Direktur WAMY Indonesia minta guru kreatif jalankan pembelajaran daring
Minggu, 25 Oktober 2020 - 21:36 WIB
Pandemi Covid 19 yang hingga kini belum berakhir hal ini berdampak pembelajaran jarak jauh masih tet...
 Satgas Pamtas Yonif 125 ajarkan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SD YPK Toray
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:11 WIB
Pentingnya mengajarkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini, Satg...
Dapat ijin Satgas Covid 19, Universitas Majalengka gelar wisuda secara luring
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:27 WIB
Lebih dari 700 Mahasiswa Universitas Majalengka mengikuti proseai wisuda Sarjana dan Magister tahun ...
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang gelar Semsima 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 15:28 WIB
Untuk kali ke tiga Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang, Fakultas Tehnik Sipil dan Perencanaan k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV