MemoRI 24 Maret
Bandoeng `Djadi` Laoetan Api
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bandoeng `Djadi` Laoetan Api
Bandung Lautan Api. Foto: https://bit.ly/2JkWjVJ/Elshinta.

Elshinta.com - Peristiwa heroik yang terjadi di Bandung, Jawa Barat pada 24 Maret 1946 silam atau yang dikenal dengan sebutan `Bandung Lautan Api` menjadi bagian dalam catatan sejarah Bangsa Indonesia. Peristiwa `bumi hangus` Kota Bandung demi mempertahankan kemerdekaan RI dilakukan sebagai respon atas ultimatum sekutu yang memerintahkan untuk mengosongkan Bandung.

Permintaan pihak sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI) segera mengosongkan Kota Bandung tanggal 23 Maret 1946 ternyata tak digubris. Sekutu yang memerintahkan agar wilayah Bandung Utara dikosongkan ternyata justru ditanggapi pejuang dengan melancarkan serangan besar-besaran pada sekutu tanggal 24 Maret 1946.

Para pejuang Indonesia menyerang pos-pos sekutu. Mereka juga membakar semua isi kota Bandung Utara. Setelah berhasil membumihanguskan kota Bandung Utara, barulah mereka pergi mengundurkan diri dari Bandung Utara. Aksi ini dilakukan oleh 200.000 orang selama 7 jam.

Keadaan Bandung yang dipenuhi dengan kobaran api laksana lautan inilah yang membuat peristiwa tersebut dijuluki dengan sebutan Bandung Lautan Api.

Lalu, dari mana sebenarnya asal muasal munculnya istilah `Bandung Lautan Api` tersebut. Adalah seorang wartawan muda Harian Suara Merdeka, Atje Bastaman yang menyaksikan peristiwa bumi hangus Kota Bandung tersebut dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut.

Atje yang melihat Bandung memerah mulai dari Cicadas sampai Cimindi kemudian dengan semangat menulis berita peristiwa tersebut dan memberinya judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". Namun, karena kurangnya ruang untuk judul berita yang ia buat, maka Atje pun membuat judul menjadi lebih pendek yaitu menjadi "Bandoeng Laoetan Api" dan terbit pada 26 Maret 1946.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
20 Oktober 1968, Peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai hari libur nasional
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW selalu diperingati oleh umat Islam. Peristiwa perjalanan rit...
 Jaga kondusifitas wilayah, elemen masyarakat Kudus tandatangani deklarasi cinta damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Menyikapi kejadian adanya unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung anarkis, Forkopimda bersama se...
Polres dan elemen masyarakat Klaten deklarasi tolak anarkisme
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten melaksanakan Deklarasi Bersama Menolak Unjuk Ras...
Bupati dan Polres klarifikasi buruh tak diundang dalam deklarasi damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:56 WIB
Deklarasi Subang Cinta Damai yang diselenggarakan di Aula Pemda banyak dipertanyakan karena tidak me...
 Alami kekerasan, jurnalis Malang raya gelar demo diam 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:58 WIB
Wartawan yang tergabung dalam berbagai lembaga seperti PWI, AJI, IJTI dan PFI melakukan aksi demo di...
Polsek Megamendung gelar Operasi Yustisi sasar pelanggar prokes
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:46 WIB
Tim gabungan pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Polsek Megamendung, Koramil, dan Sat Pol PP ...
19 Oktober 1999, Lepasnya provinsi termuda dari Ibu Pertiwi
Senin, 19 Oktober 2020 - 08:34 WIB
Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni Portugis yang dianeksasi oleh militer Indonesia me...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:35 WIB
Wilayah Jabodetabek masih berpeluang diguyur hujan pada sore hingga malam hari nanti.
Warga Jember temukan mayat di hutan Gunung Manggar
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:10 WIB
Dua orang warga menemukan sesosok mayat lelaki tanpa identitas di di hutan Gunung Manggar, Dusun Dem...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat sore hingga petang hari ini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 15:55 WIB
Wilayah Jawa Barat berpeluang diguyur hujan pada sore hingga petang hari nanti.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV