Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kiprah PT. PELNI mengatasi dampak Covid-19 menuju Ekonomi Bangkit

Kiprah PT. PELNI mengatasi dampak Covid-19 menuju Ekonomi Bangkit
X

"Segera bawa mereka, ajak mereka  untuk masuk ke isolasi terpusat. Ini tugas gubernur, bupati, walikota untuk menyiapkan isolasi terpusat di kota masing-masing", demikian Presiden RI Joko Widodo dalam pengarahannya via daring dengan petinggi daerah di Istana Negara. 

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 serta penanganannya di Medan, Sumatera Utara pemerintah Kota Medan telah menyiapkan Kapal Motor (KM) Bukit Raya menjadi tempat isolasi terpusat (isoter). Pemerintah pusat lewat Kementrian Perhubungan RI, BUMN medukung penuh upaya tersebut.
 
Kapal milik PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PT. Pelni) digunakan sebagai tempat isolasi terpusat bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gajala ringan maupun orang tanpa gejala (OTG). Masyarakat menyambut gembira dengan adanya lokasi isoter terapung KM. Bukit Raya. Novita, warga Kota Medan Johor merasa senang dengan adanya fasilitas isoter ini. 

"Ga nyangka siy, kok bisa ya kapal jadi tempat Isoman. Ya, sangat membantu sekali utk warga sini. Makasi Pelni". 

Senada dengan Novita, Ari warga Medan Polonia juga merasa senang dan berharap pandemi segera berlalu. 

"Wah, luar biasa ini, sekarang warga Medan punya tempat isoman di KM. Bukit Raya, sebagai warga Medan seneng lah, tapi jangan sampe lah kena Covid, semoga Covid terus turun juga pendemi segera beralalu". 

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah lewat Kementrian Perhubungan RI, BUMN, masyarakat serta semua pihak yang terlibat termasuk PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PT. Pelni), karena mengatasi Covid-19 harus dilakukan segera. 

"Kami bekerjasama dengan Polres, AL, AD, Marinir dan juga Pelni, Pelindo agar dapat segera digunakan", demikan Bobby Nasution sesaat sebelum pengoprasian KM. Bukit Raya. 

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Medan, hingga kini terus menekan penyebaran Covid-19 dengan gencar melakukan testing dan tracing. Bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif akan ditempatkan di lokasi isolasi terpusat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Medan. Jika pengendalian penyebaran Covid-19  bisa dilakukan dengan baik, maka akan berdampak pada tumbuhnya ekonomi. 

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Medan, www.pemkomedan.go.id per Sabtu, 28 Agustus 2021 warga Medan yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih diatas angka 40 ribuan, yakni 42.560 orang, yang sembuh 32.675 orang, dan dirawat 9.061 orang.

Sementara itu,  Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa mengatasi penyebaran Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama, termasuk masyarakat. 
 
"Karena kunci penanganan Covid adalah kebersamaaan", demikian Erick Thohir. 
 
Salah seorang warga Kota Medan, Ronald merasa bersyukur atas hadirnya KM. Bukit Raya sebagai fasilitas isolasi terpusat Covid-19, namun dirinya mengusulkan agar keberadaan kapal tersebut hingga pandemi berakhir. 

"Sebagai warga Medan, sy seneng siy ada fasilitas ini di Medan. Iya, KM. Bukit Raya, moga kita sehat2 semua. Usul, tempat  itu KM. Bukit Raya bagusnya sampe pandemi selesai, jadi fasilitas tetep ada terus". 

PT. Pelni merasa senang dan sangat mendukung digunakannya KM. Bukit Raya sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19. Kondisi seluruh ruangan dan fasilitas, mulai dari buritan, tiap dek hingga bagian atas kapal siap digunakan sebagai tempat isolasi terpusat. Total ada 485 tempat tidur yang dapat digunakan, demikian yang dijelaskan Kepala PT. Pelni Cabang Medan, Agus Nugroho. 
 
"Ada 970 sit, namun tidak semua dapat digunakan karena phsycal distencing. ABK menetap, tapi tidak mengurusi pasien. Yang mengurusi pasien adalah tenaga kesehatan dari darat. Untuk biaya kepelabuhanan ditanggung Pelni, di luar itu pemko", demikian Agus Nugroho.

Kiprah PT. Pelni dalam penanggulangan Covid-19 bukan hanya di Medan. Tercatat ada enam kapal milik PT. Pelni sebagai fasilitas isolasi terpusat. 

Saat ini, selain KM. Bukit Raya di Medan, yang juga sudah beroperasi adalah KM. Umsini di Makassar, Sulawesi Selatan. Empat kapal lain adalah KM. Tata Mailau untuk wilayah Bitung dan Minahasa Utara, KM. Sirimau untuk wilayah Sorong, KM. Tidar di Jayapura, dan KM. Lawit di Lampung.
 
Kita berharap bersama, apa yang menimpa negeri ini dapat kita selesaikan bersama-sama. Taati protokol kesehatan, jalankan 5M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi krumunan, mengurangi mobilitas. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan ekonomi Indonesia kembali bangkit. (Haryo Ristamaji)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire